NTT – “Tanaman hijau segar sedang disirami agar tidak layu,” ucap Naima Djafar, salah satu pelopor gerakan penghijauan sekaligus kader Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) NTT.
Jauh sebelum pandemi Covid-19. Dari tahun lalu, Bu Naima mulai menanam tumbuh-tumbuhan hijau di gang tempat ia tinggal. Jenis tanaman yang beliau tanam cukup beragam. Tanaman pangan dan obat-obatan dalam pot pun dapat kita temukan ketika melewati gang tersebut.
LKC mendampingi dan bersama bu Naimah mengenalkan pola menanam sayuran dan tanaman obat dengan membantu penyediaan bibit dan benih serta merawat kebun pangan ini bersama-sama. Alasan bu Naima menanam tanaman pangan dan obat-obatan ialah agar keluarga dan warga sekitar rumahnya bisa merasakan manfaatnya.
“Jika ada warga yang membutuhkan, maka bisa langsung memetik sesuai dengan kebutuhan,” sambung Bu Naima.
Kini, bukan hanya bu Naima saja tetapi warga lainnya juga mulai menanam sayuran dihalaman rumah. Ketahanan pangan keluarga merupakan salah satu konsep pemberdayaan yang menjadi fokus program kawasan cekal Corona LKC DD NTT, di lokasi RW 04 Kelurahan Namosain. Sebelumnya lokasi ini sudah menjadi lokasi program kawasan sehat. Selain ibu Naima, kader kawasan sehat lainnya juga melakukan inisiasi dan penanaman sayuran di sekitar lingkungan rumah.
Gerakan menanam dan berkebun ini menjadi sangat terasa manfaatnya di era Covid-19. Selain bermanfaat nutrisinya untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, juga dapat membantu ekonomi warga mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dan juga lebih sehat karena bebas pestisida dan dapat dipetik setiap saat dalam kondisi segar.





