OGAN KOMERING ILIR—Kepala Badan Nasional Penananggulangan Bencana Willem Rampangilei mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus efektif dan cepat dengan menerapkan metode pendeteksian dini.
“Api jika sudah menyala di lahan gambut, sangat sulit dipadamkan. Bahkan berbagai upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil sehingga hanya berserah dengan alam atau menunggu hujan. Ini bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga di Australia dan Amerika,” kata Willem di sela-sela apel siaga api yang digelar Sinar Mas Grup di Ogan Komering Ilir, Sumsel, seperti dikutip Antara, Kamis (24/3/2016).
Lantaran konsepnya pendeteksian dini maka semua pihak bersepakat untuk bekerjasama dengan masyarakat desa yang berada di sekitar kawasan perkebunan. Untuk itu para mitra pemerintah yakni kalangan swasta dari perusahaan perkebunan harus memberdayakan masyarakat desa ini sebagai ujung tombak pencegahan karhutla.
Menurutnya tekad untuk mencegah ini sangat penting karena kejadian kebakaran hutan dan lahan ini telah berulang-ulang hingga 18 tahun yang menunjukkan seolah-olah Indonesia tidak mampu mencegah sehingga menjadi isu nasional yang berdimensi internasional.
Kebakaran ini sudah mengganggu kehidupan sosial masyarakat, bahkan Bank Dunia mencatat telah menggerus pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 0,2 persen atau jika dikalkulasikan mencapai Rp221 triliun dan ini belum termasuk biaya pemadaman.
“Tidak ada cara lain selain secara total seperti total football,” kata dia.
Sinar Mas Grup menggelar apel siaga kebakaran hutan dan lahan di Kompleks Pabrik OKI Pulp And Paper di Kecamatan Air Sugihan,Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis pagi.
Apel Siaga Api dan sekaligus peluncuran Program Desa Makmur Peduli Api bagi 500 desa ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional Willeam Rampangilei, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Bupati OKI Iskandar dan Board of Member Sinar Mas Franky O Widjaja.
Apel ini juga diikuti oleh ratusan personel TNI, Polri, Manggala Agni, dan Regu Pemadam Kebakaran perusahaan. Antara





