BANDUNG – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan cuaca ekstrem menyebabkan hujan es disertai angin kencangĀ di sejumlah wilayah di Jawa Barat saat musim kemarau pada Agustus.
“Hujan lebat disertai angin kencang dan sempat turun es (terjadi) di area Cimahi dan Bandung,” ungkap LAPAN di akun Instagram.
Lebih lanjut dijelaskan LAPAN hujan es dan angin kencang di musim kemarau ini terjadi karena beberapa hal diantaranya:
1. Pengaruh Samudra Hindia dan perairan Maluku
Menurut LAPAN terjadi penghangatan suhu permukaan laut di selatan Samudra Hindia dan perairan Maluku. Meski demikian, menurut LAPAN penghangatan permukaan laut sebenarnya terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia.
Namun, konsentrasi area pemanasan suhu permukaan laut tertinggi terjadi di perairan Maluku dan selatan Samudra Hindia.
2. Pertemuan massa udara lembab dan kering
LAPAN mengatakan adanya pertemuan massa udara lembap dan massa udara kering.
Maksudnya, front massa udara dingin yang berasal dari Australia bertemu dengan udara lembap di perairan lokal Indonesia. Massa udara dingin bertiup dari Australia karena saat ini benua itu sedang mengalami musim dingin.
Pertemuan ini memicu hujan skala lokal (< 5 km). Pertemuan ini terkonsentrasi di kawasan Jawa Barat-Sumatra dan Maluku-Sulawesi.
Menurut LAPAN, kedua faktor tersebut menjadi faktor utama pemicu cuaca ekstrem yang diprediksi lebih sering terjadi menjelang akhir Agustus.





