JAKARTA – Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan RRI meluncurkan Aksi Peduli Dampak Corona (APDC) sebagai upaya lanjutan penanganan respon Covid-19 di Indonesia.
APDC ini merupakan bentuk nyata Filantropeneur di masa pandemi demi ketahanan ekonomi skala keluarga. Aktivitas Program APDC mencakup bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya dan iman takwa (dakwah).
Parni Hadi, selaku Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa mengungkapkan bahwa, “Hari ini peluncuran Aksi Peduli Dampak Corona. Dampak Corona memendekkan pertumbuhan ekonomi, dan tentu berdampak pada gizi maupun anak-anak yang akan lahir. Dompet Dhuafa siap bekerjasama dengan siapapun, dan kali ini akan saya bacakan maklumat Aksi Peduli Dampak Corona (APDC) menimbang:
1. Bahwa pandemi Corona telah berdampak multi lintas seluruh aspek kehidupan umat manusia tanpa memandang status gender, usia, kewarganegaraan, kebangsaan, agama, keyakinan dan ideologi yang dianut masing-masing individu;
2. Bahwa yang paling terdampak pandemi Corona adalah mereka yang paling lemah atau rawan secara ekonomi, kesehatan, pendidikan, nilai-nilai budaya, iman dan takwa;
3. Bahwa perlu digalang kerja sama multi lintas dan multi pemangku kepentingan (stakeholders) di dalam dan luar negeri untuk mencari solusi yang holistik, terintergrasi dan komprehensif untuk atasi dampak itu;
4. Bahwa dampak langsung pandemi Corona dalam bidang ekonomi adalah kemandegan pertumbuhan, bahkan minus terutama dalam bentuk pemutusan hubungan kerja (PHK) dan meningkatnya jumlah pengangguran dengan semua mata rantai dampak lanjutannya;
5. Bahwa perlu diluncurkan inisiasi Aksi Peduli Dampak Corona (APDC) yang manfaatnya dapat segera dinikmati oleh mereka yang lemah melalui program pemberdayaan berdasar filantropreneur, melibatkan seluruh pihak terkait, dalam program atau proyek padat karya multiguna;
Bekhidmat:
1. Bangsa Indonesia yang berfalsafah Pancasila dan sebagai warga dunia wajib berkhidmat, aktif terlibat dengan mengerahkan seluruh potensi dan kompetensi dalam APDC;
2. Proyek-proyek APDC dilaksanakan mengacu prinsip 7M, yakni Mendidik, Mudah, Murah, Manfaat, Massal, Mitra dan Media Massa;
3. Moto APDC: Aksi Peduli Dampak Corona, bukti nyata pengamalan Pancasila untuk cinta sesama.
Menko Muhajir Efendi yang juga turut hadir dalam acara yang berlangsung virtual dan berpusat di Gedung RRI Pusat, Jakarta, mengungkapkan, semakin banyak LSM seperti Dompet Dhuafa maupun organisasi sosial yang peduli dengan stunting, tentu sangat baik.
“Urusan stunting bukan hanya beban atau urusan pemerintah maupun negara saja. Malah justru kita turut serta dalam peran aktif penuh, berkomitmen sungguh-sungguh pada penuntasan stunting dari masyarakat madani seperti Dompet Dhuafa maupun organisasi sosial. Atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang memiliki kepedulian luar biasa atas program prioritas dalam membangun sumber daya manusia. Kami juga menunggu organisasi sosial yang lain untuk bergabung dengan Dompet Dhuafa,” paparnya, sebagaimana dilansir dompetdhuafa.org.





