JENEWA – Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan sekitar 120 juta tes cepat (rapid test) untuk pengetesan virus corona akan tersedia untuk negara-negara miskin dan berpendapatan menengah.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan alat tes cepat itu harga per unitnya maksimal $5 atau sekitar Rp 75 ribu.
Menurutnya, pabrik seperti Abbott dan SD Biosensor telah sepakat dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk “memproduksi 120 juta rapid tes baru, yang sangat ringan dan mudah digunakan, yang akan tersedia dalam enam bulan.”
Uji medis yang dapat memberikan hasil antara 15-30 menit ini akan didistribusikan di seluruh dunia, termasuk pada 133 negara miskin dan berpendapatan menengah, mulai Oktober mendatang.
Berbicara dalam konferensi pers di Jenewa, pakar kesehatan darurat WHO Mike Ryan mengatakan jumlah kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia mungkin jauh lebih besar dari jumlah sesungguhnya. Dia memperkirakan jumlah kematian kemungkinan sudah lebih dari satu juta orang.
“Kalau pun ada, angka yang saat ini dilaporkan mungkin mewakili perkiraan yang terlalu rendah dari orang-orang yang tertular atau meninggal akibat terjangkit penyakit ini,” kata Ryan, dikutip VOA.





