COVID-19 tak pandang bulu, bisa menyerang siapa saja, termasuk Presiden AS Donald Trump bersama ibu negara, Melania Trump yang pasti dijaga ekstra ketat oleh protokol keamanan dan kesehatan, namun tetap saja ditaklukkannya.
Kepastian tentang terpaparnya Presiden Trump dan isterinya, disampaikan oleh dokter kepresidenan AS Sean P Conley kepada Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany dan juga oleh cuitan trump sendiri yang menyebutkan ia sedang memulai isolasi dan pemulihan secepatnya.
Terpaparnya Trump yang diajukan Partai Republik sebagai calon petahana untuk masa jabatan kedua dalam pilpres yang akan digelar pada 9 November membuat kalang kabut partai pengusung dan para pendukungnya serta membuat jadwal kampanye berantakan.
Trump baru saja menyelesaikan debat perdana melawan pesaingnya Joe Bidden dari Partai Demokrat di Cleveland, Negara Bagian Ohio (29/9) lalu dan sedang mempersiapkan diri untuk debat kedua pada 15 Oktober. Belum bisa diketahui apakah acara debat bisa berlangsung karena ia harus diisolasi paling cepat selama dua pekan sejak 30 September.
Berdasarkan ketentuan Komite Nasional Partai Republik (RNC), jika capres berhalangan tetap (sakit) atau meninggal, posisinya akan digantikan melalui konvensi partai dari awal, tidak otomatis digantikan oleh Wapres Mike Pence walau sesuai konstitusi AS ia akan mengisi posisi presiden secara interim.
Selain mengejutkan dan memicu spekulasi politik, baik di dalam negeri AS mau pun dunia, terpaparnya Trump oleh virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 itu juga mengacaukan pasar saham utama global.
Futures Indeks S&P500 dan Dow Jones Industrial Average di AS anjlok lebih dua persen, sedangkan Indeks Stoxx Europe 600 melemah satu persen pada awal perdagagan di pasar Eropa, diikuti anjloknya indeks saham di pasar bursa Asia dan Australia.
Selain Trump, kepala pemerintahan yang tersengat Covid-19 adalah PM Inggeris Boris Johnson (54) yang sempat menjlani perawatan di unit pelayanan intensif selama beberapa hari dan kemudian sembuh serta Presiden Brazil Jair Bolsonaro (65) yang dikenakan karatina mandiri.
Sementara Indonesia yang akan menggelar pilkada serentak diikuti 270 daerah pada 9 Desember nanti, yang dialami Presiden Trump, PM Johnson dan Presiden Bolsonaro hendaknya menjadi pembelajaran.
Di negara adidaya seperti AS dan juga di negara-negara maju saja yang tingkat layanankesehatan dan teknologi ilmu kedokterannya sangat tinggi, tokoh-tokoh VVIP-nya masih bisa terpapar Covid-19.
Sementara Indonesia, di tengah kekhawatiran mayoritas publik dan pakar kesehatan serta epidemiologi yang menyerukan penundaan pilkada karena penyebaran Covid-19 yang belum terkendali, bahkan cenderung meningkat, pemerintah, DPR dan KPU bersikeras menyelengarakannya sesuai jadwal.
Paling tidak saudah ada tiga komisioner KPU termasuk ketuanya, Arief Budiman, puluhan petugas KPUD dan 60-an calon dinyatakan terpapar Covid-19, sementara pelanggaran protokol kesehatan agaknya sulit dicegah, terbukti terjadinya 243 pelanggaran protokol kesehatan pada pendaftaran Pilkada 11 – 13 September lalu
Selain itu, Bawaslu juga menemukan 19 daerah yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan pada dua hari pertama awal kampanye (26 dan 27 September) serta 34 daerah pada hari-hari berikutnya (28 – 30 Sept).
Pilkada jelas penting bagi kesinambungan kepemimpinan di daerah, sepanjang tidak berubah fungsi menjadi sentra klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 yang mengancam keselamatan rakyat.





