China Tunjukkan Taringnya

China terus memperkuat dan memodernisir militernya membayang-bayangi AS. Foto diatas adalah kapal induk Liaoning, satu diantara dua miliknya (satu lagi Shandong), dua lagi sedang dibangun.

CHINA saat ini sudah semakin “PD” dengan kekuatan militer dan alutsista yang dimilikinya, tidak hanya mengandalkan jumlah manusia seperti saat terjun dalam Perang Korea dan melawan Jepang dulu.

Ikut membela Korea Utara melawan Korea Selatan  yang didukung sekutu pimpinan AS (Juni 1950 – Juli 1953) dan melawan agresi Jepang antara 1937 dan 1945, saat itu Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) ditakuti musuh-musuhnya terutama karena jumlahnya yang besar.

Sementara, pasca Revolusi Kebudayaan di era 60-an, China mulai dari mengopi paste pesawat-pesawat tempur dan alutsista lain dari Uni Soviet,  terus mengembangkan diri dan memodernisir dengan teknologi dalam negeri termasuk senjata pemusnah masal (nuklir), kapal induk dan rudal-rudal balistik.

“Siapkan tenaga dan fikiran untuk mempersiapkan perang, “  pinta Presiden China Xi Jinping saat meninjau pangkalan militer di wilayah selatan, Provinsi Guangdong, Selasa lalu (3/10).

Pesan yang sama disampaikan Xi Jinping dalam amanatnya di depan satuan marinir PLA di kota Chaozhou, Guangdong keesokan harinya. “Pasukan harus tetap dalam keadaaan siaga tempur yang tinggi dan bisa diandalkan,” serunya.

Tidak disebutkan secara spesifik lawan yang bakal dihadapi China, tapi yang jelas dalam beberapa bulan terakir ini China sering melakukan provokasi dengan menerbangkan pesawat pembomnya di koridor udara pengawasan Taiwan.

Di berbagai kesempatan para petinggi China juga melontarkan peringatan pada Taiwan bahwa China daratan tidak ragu untuk merebut kembali pulau yang diklaim miliknya.

Eskalasi Ketegangan

Eskalasi ketegangan juga terjadi karena AS, pendukung utama Taiwan mulai mengirimkan armada lautnya ke Selat Taiwan, dan juga ke perairan Laut China Selatan yang dipersengketakan antara China dengan Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

China dan tetangganya India juga nyaris terlibat perang terbuka akibat  insiden tawuran yang menewaskan ratusan tentara kedua belah pihak di Garis   Pengawasan Aktual (LAC) di wilayah pegunungan Himalaya di Ladakh awal Mei lalu.

Ambisi China menjadi penguasa dunia, membayang-bayangi AS, tidak hanya sebagai kekuatan ekonomi, tetapi juga sebagai raksasa militer tercermin dari besarnya anggaran yang digelontorkan untuk membangun PLA.

Menurut catatan Global Firepower, anggaran militer China 2020 sebesar 237 milyar dollar AS (sekitar Rp3.496 triliun) atau ke-2 setelah AS (750 milyar atau Rp11.063 triliun) dan di atas Arab Saudi pada peringkat ke-3 sebear 67,6 milyar dollar AS atau sekitar Rp997,7 triliun).

Berdasarkan laporan intelijen Barat, China paling tidak memiliki 50-an rudal balistik antarbenua (ICBM) seri Dong Feng (seperti DF-5, DF-17,DF-21 dan DF-41), berjangkauan antara 500 sampai 15.000 Km dan kecepatan sampai 22 Mach (26.950 Km/jam) serta 1.200 rudal jarak menengah. Rudal-rudal tersebut bisa dipasangi kepala nuklir (nuclear warhead)

AU China berkekuatan 4.200 pesawat berbagai jenis, sebagian menjiplak teknologi Uni Soviet seperti MiG-21, MiG-29, Sukhoi SU-27 dan SU-30 serta mengembangkan sendiri pesawat tempur seperti J-21 Chengdu dan 1.170 helikopter serang WZ-19 dan Z-10.

AD China a.l.mengoperasikan 7.600 tank berbagai jenis produk lokal dan 6.000an panser, 2.650 unit peluncur roket multiple (MLRS) dan 10.000 pucuk altileri swagerak dan tarik.

Di laut, China berjaya dengan sekitar 70 kapal termasuk dua kapal induk (Liaoning dan Shandong) dan dua lagi sedang dibangun, 36 destroyer, 52 fregat, 50 korvet, 76 kapal selam dan 285 kapal pendukung. Seluruhnya, PLA berkekuatan 2,3 juta personil tetap belum termasuk jutaan pasukan cadangan.

Menyaksikan geliat militer China, agar tidak dipandang sbeelah mata, RI sebagai negara maritim dengan belasan ribu pulau juga harus memiliki kekuatan militer sebagai penggentar (deterrent effect) dari potensi ancaman lawan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement