40 Negara Akan Rembug Keamanan Navigasi di Selat Hormuz

Sebanyak 40 egara dipimpin Prancis dan Inggris akan berembug soal navigasi yang aman di Teluk Hormuz di tengah konflik AS dan Iran saat ini (ilustrasi: tampilan layar X)

INGGRIS dan Perancis akan memimpin grup 40 negara untuk menggelar pertemuan guna membahas jaminan navigasi yang aman bagi kapal-kapal tanker di Selat Hormuz di tengah konflik militer antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel.

Berdasarkan nota yang dikirim kepada negara-negara undangan seperti dilaporkan Reuters, pertemuan juga akan membahas tantangan ekonomi yang dihadapi industri pelayaran serta keselamatan lebih dari 20 ribu pelaut yang terdampar di kapal di sekitar Selat Hormuz.

Mata rantai pasokan seperlima minyak mentah dan sekitar separuh pupuk dunia terdistorsi gegara aksi penutupan selat sempit alur pelayaran kapal-kapal tanker yang ditutup dan dipasangi ranjau oleh Iran dan kemudian diblokade oleh AS.

Jalur maritim di Selat Hormuz ditutup Iran usai Teheran diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari.
Penutupan ini telah mengakibatkan harga minyak dunia melambung lantaran selat tersebut bertanggung jawab atas 20 persen lalu lintas minyak dan gas dunia.

The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa negara-negara Eropa tengah menyusun rencana untuk koalisi multinasional, menjelang pertemuan yang dijadwalkan pada Jumat.
Pertemuan tersebut akan diadakan oleh Inggris, Prancis, dan negara-negara lain. Para peserta akan membahas cara-cara untuk memastikan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz.

Asa perdamaian
Di tengah retorika ancam mengancam antara AS dan Iran secerch asa menuju langkah perdamaian juga muncul.
Presiden AS Donald Trump kepada The New York Post (14/4) mengisyaratkan bahwa putaran baru perundingan perdamaian antara pihaknya dan Iran mungkin akan digelar di ibu kota Pakistan dalam beberapa hari mendatang.

“Anda sebaiknya tetap di sana, sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami mungkin akan pergi ke sana.”

Sementara itu CNN mengutip sejumlah sumber menyebutkan, Wapres AS JD Vance diperkirakan akan memimpin delegasi AS lagi jika negosiasi mengarah pada pertemuan tatap muka lainnya.

Vance menegaskan kembali pentingnya menyelesaikan masalah terkait aktivitas nuklir Iran melalui negosiasi.

Ia mengatakan dalam sebuah acara di Negara Bagian Georgia, AS selatan, pada Selasa bahwa Trump tidak ingin membuat kesepakatan kecil, tetapi kesepakatan besar.

Vance mengatakan Trump benar-benar menginginkan kesepakatan yang Iran tidak memiliki senjata nuklir, Iran tidak mensponsori terorisme, tetapi rakyat Iran dapat berkembang dan makmur serta bergabung dengan ekonomi dunia.

Radio pemerintah Pakistan melaporkan, PM Shehbaz Sharif mengatakan kepada Presiden Asif Ali Zardari bahwa ia berencana mengunjungi Arab Saudi dan Turki untuk mendorong negosiasi antara AS dan Iran.

Kemenlu Pakistan mengungkapkan, pembicaraan tingkat menlu Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Mesir dijadwalkan, Jumat (17/04) di Turki, namun sejauh inai belum ada konfirmasi dari pihak Iran.

Sementara itu, blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di dan sekitar Selat Hormuz telah memasuki hari kedua. (Reuters/CNN/NYP/WSJ)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here