
KASAD Pakistan Jenderal Asim Munir dilaporkan oleh AP tiba di Teheran, Iran, Rabu (15/4), dijadwalkan bertemu dengan Menlu Iran Abas Araghchi untuk membahas langkah diplomatik terbaru guna meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Setelah delegasi AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan pada pertemuan pertama yang digelar di Islamabad, Sabtu pekan lalu (11/4), Pakistan agaknya terus mencoba menggelar pertemuan berikutnya (ke-2) antara AS dan Iran.
Alih-alih membuat konflik mereda, Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade terhadap Selat Hormuz, Senin (13/4) yang direspons keras Iran dengan ancama akan menyerang aset dan kepentingan AS di seluruh Timur Tengah.
Pakistan muncul sebagai mediator kunci setelah menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara AS dan Iran di Islamabad yang berujung pada kesepakatan gencatan senjata slama dua minggu sejak 8 April.
Kini, negara itu berupaya untuk mengadakan pertemuan kembali sebelum tenggat waktu dua minggu gencatan senjata berakhir (22 April).
Perkembangan kesepakatan AS dan Iran Dilansir dari AP News, pertemuan antara Pakistan dan Iran akan berlangsung di Islamabad, meski belum ada keputusan lebih lanjut, apalagi kepastian harinya.
Pertemuan ini terjadi di tengah blokade AL AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Sementara itu, pemerintahan Trump memperingatkan akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dengan sanksi ekonomi baru terhadap negara-negara yang berbisnis dengannya.
Ada kemajuan
Meskipun blokade AS terhadap pelabuhan Iran dan ancaman Iran yang diperbarui memperketat kesepakatan gencatan senjata, para pejabat regional melaporkan adanya kemajuan.
Mereka menyebutkan, AS dan Iran telah mencapai “kesepakatan prinsip” untuk memungkinkan lebih banyak melalui jalur diplomasi namun keduanya berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah ini.
Sementara itu, MenLu Iran, Araghchi yang mengikuti pertemuan pekan lalu bersama dengan KASAD Pakistan Asim Munir, menyebutkan, pemerintah Iran akan melanjutkan pembicaraan, Kamis (16/4).
Di tengah upaya perdamaian ini, ketegangan masih terjadi. Komandan komando militer gabungan Iran, Ali Abdollahi, mengancam akan menghentikan perdagangan di kawasan itu jika AS tidak mencabut blokade angkatan lautnya.
Seorang penasihat militer yang baru diangkat untuk Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei juga mengatakan bahwa dia tidak mendukung perpanjangan gencatan senjata.
Upaya menuju perdamaian di Timur Tengah agaknya masih menghadapi jalan terjal dan berliku. (AP/Kompas.com/ns)




