
SEBAGIAN warga di desa-desa berjaak sekitar lima KM dari puncak Gunung Merapi masih enggan mengungsi walau pun status gunung tersebut sudah ditetapkan menjadi Siaga III.
Warga yang masih bertahan di desanya masing–masing tampak di Desa Sidoredjo dan Deles, Kec. Kemalang, Kab. Klaten, Jawa Tengah karena mereka umumnya masih merasa aman.
“Nanti jika kondisi memburuk, kami siap mengungsi. Sekarang masih aman-aman saja, “ tutur warga Desa Deles, perempuan bernama Sumiati (57).
Sebaliknya para pedagang ternak mulai berdatangan ke desa-desa sekitar lereng Gunung Merapi seperti Desa Argomulyo, Kec. Dukun, Kab. Magelang untuk menawar ternak-ternak penduduk yang terpaksa menjualnya dengan harga murah dibandingkan kondisi normal.
Sejumlah pedagang juga mengincar sapi-sapi milik warga yang belum diungsikan seperti tampak di Dusun Kalitengah Lor, Cangkringan, Kab. Sleman dan di Dusun Stabelen, Tlogolele, Kab. Boyolali.
Harga ternak bervarasi, namun jauh di bawah harga normal, bahkan sapi yang seekor biasanya Rp20 juta, ada yang menawarnya separuh harga, memanfaatkan kesulitan yang dihadapi pemiliknya di tengah ancaman erupsi Merapi.
Sebagian warga aada juga yang membawa ternak-ternak mereka mengungsi, sementara misalnya Di desa Klakah, Selo, Boyolali, disediakan dua lokasi penampungan ternak oleh pemerintah desa setempat.
Selain harganya yang anjlok, sebagian warga berupaya untuk tidak menjual ternaknya, mengingat ternak adalah aset yang penting bagi kehidupan mereka.




