Belasan Ribu Warga Sudan Selatan Terdampak Banjir dan Butuh Bantuan Darurat

Ilustrasi banjir di Sudan Selatan

SUDAN SELATAN – Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengatakan lebih dari 117.000 warga terimbas banjir di Sudan Selatan.

Badan tersebut pada Kamis (17/12/2020) mengajukan permohonan dana bantuan darurat 2,7 juta franc Swiss (sekitar Rp42.726.454.163,00), dan akan disalurkan untuk masyarakat yang tinggal di negara bagian yang terkena dampak paling parah yaitu Jonglei, Upper Nile, Lakes dan Unity setelah hujan lebat pada awal Desember.

“Saya berusia 48 tahun dan belum pernah melihat banjir seperti ini dalam hidup. Ini tidak pernah terjadi di Ganyiel,” kata pemimpin komunitas James Boarwan, dilansir VOA.

Lebih dari satu juta warga terkena dampak banjir Sudan tahun ini termasuk 481.000 orang terlantar, menurut Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

ICRC memperingatkan peningkatan resiko kelaparan dan wabah penyakit, dan kurangnya akses ke layanan medis yang layak.

Guit Mathew, yang mengkoordinasikan pendistribusian makanan ICRC, menyatakan mereka menyediakan bahan pangan sorgum, minyak goreng dan garam serta kebutuhan dapur dan sejumlah tenda.

Advertisement