Korban Banjir Bandang Kolaka Utara Masih Mengungsi

Ilustrasi Kerusakan akibat banjir bandang Sukabumi/ Jakartaglobe

KOLAKA UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara menyatakan bahwa sebagian korban banjir di daerah itu masih  mengungsi karena rumah mereka masih terendam lumpur akibat banjir yang terjadi pada Kamis (17/12/2020).

Kepala BPBD Kolaka Utara Syamsuriani menjelaskan ada beberapa warga yang terdampak banjir di daerah itu, namun telah berangsur kembali ke rumahnya, seperti di Desa Tojabi dan Pitulua.

Ia juga menyebutkan akibat banjir yang terjadi di daerah itu terdapat kawasan puncak yang terisolasi hingga saat ini akibat akses jalan terputus, yakni di kawasan Puncak Monapa.

“Terus ada yang di Puncak Monapa masih ada yang terisolasi sekitar dua dusun, ada sekitar 50 kepala keluarga (KK),” katanya, dilansir Antara, Selasa, 22 Desember 2020.

Hingga saat data sementara dari PPBD setempat mencatat jumlah KK yang terdampak banjir sebanyak 1.022 KK. Pihaknya saat ini masih melakukan pendataan di lapangan, yang kemungkinan jumlah warga terdampak masih akan bertambah.

Saat ini pihaknya bersama pemerintah daerah tengah membantu warga di daerah itu untuk mengeluarkan lumpur atau genangan lumpur yang masuk ke dalam rumah-rumah warga.

BPBD setempat juga mendirikan posko induk di Kantor BPBD, selanjutnya posko Lapangan di Desa Tipulua dan satu posko di Desa Batu Ganda guna mempermudah memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak.

 

Advertisement