
JEPANG, negeri yang dikenal dengan tradisi pemerintahnya yang bersih dan rakyatnya berdisiplin tinggi saja kewalahan menghadapi penyebaran pandemi Covid-19 sehingga sedang mengkaji kemungkinan memberlakukan lagi situasi darurat Covid-19.
Menteri Penanganan Covid-19 Yasutoshi Nishimura menanggapi desakan sejumlah gubernur termasuk Tokyo sedang mempertimbangkan pemberlakuan kembali status darurat pandemi virus tersebut yang penyebarannya melonjak lagi sehingga membebani sistem medis negara itu.
“Kami sepakat kini sedang berada dalam situasi parah sehingga harus mempertimbangkan pemberlakuan status darurat,” kata Nishimura dalam pertemuan dengan sejumlah kepala daerah tingkat perfektur Saitama, Chiba, dan Kanagawa dan sebelumnya akan mendengarkan dulu pendapat para ahli.
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mendapat penjelasan dari para pejabat Kementerian Kesehatan di kantornya mengenai permintaan gubernur dan situasi wabah Covid-19 saat ini.
Pemerintah Jepang sebelumnya pernah memberlakukan status darurat Covid-19 pada April tahun lalu di beberapa prefektur negara itu termasuk Tokyo dan Osaka, sebelum kemudian memperluasnya ke skala nasional.
Status darurat tersebut sepenuhnya dicabut pada akhir Mei 2020, seentara berdasarkan laporan terakhir tercatat 814 kasus baru terkonfirmasi Covid-19 pada Sabtu lalu (1/1) dengan kumulatif kasusnya menjadi 61.774 kasus dan menurut pemerintah metropolitan pada hari yang sama, 3.059 kasus baru dilaporkan oleh otoritas lokal di seluruh Jepang. Tokyo. Tiga prefektur lainnya juga mencatat rekor jumlah kasus harian baru-baru ini.
Respons pemerintah negeri Matahari Terbit yang tanggap dan terukur demi kemaslahatan rakyatnya yang juga memiliki displin tinggi perlu ditiru.




