Museveni, Presiden Uganda Keenam Kalinya

Yoweri Museveni, memenangkan untuk keenam kalinya Pilres Uganda, Sabtu (16/1) yang dilaporkan diwarnai sejumlah kecurangan.

DIKTATOR petahana Uganda, Yoweri Museveni kembali memenangi pilpres keenam kalinya, mengalahkan rivalnya, Bobi Wine dalam pilpres, Sabtu 16/1 yang diduga diwarnai kecurangan.

Wine yang masih anak-anak saat Museveni berkuasa pada 1986 sebenarnya cukup diperhitungkan terutama oleh banyak pemilih muda di Uganda yang menaruh minat pada politik dan merasa jenuh dengan Museveni yang telah memerintah selama 35 tahun.

Komisi Pemilhan Umum setempat seperti dikutip AFP melaporkan, Museveni meraih 58 persen suara, sementara Wine yang Cuma memperoleh 34 persen suara menuduh bahwa ia telah dicurangi, antara lain dengan bukti bahwa perolehan suara dihitung saat jaringan internet dimatikan.

Sebelumnya menjelang hari pemungutan suara, rezim Museveni menutup outlet media sosial di Uganda, mulai dari Facebook, Instagram hingga Twitter dan menurunkan militer dan kendaraan-kendaraan  militer ke jalan-jalan kota.

Menurut keterangan diplomat senior (AS untuk Afrika, Tibor Nagy dalam cuitannya di Twitter, menilai proses pemilu Uganda pada dasarnya ‘cacat’. Dia mencatat, pihak berwenang di Uganda menolak akreditasi untuk pemantau pemilu, melakukan kekerasan, pemenjaraan dan pelecehan terhadap tokoh oposisi.

Museveni menanggapi tantangan pemilihan dari Wine dengan memerintahkan tindakan keras yang mencakup banyak penahanan terhadap staf kampanye Wine.

Museveni juga menklaim, Wine telah berulangkali ditangkap bukan sebab ide politiknya melainkan karena sosoknya yang membahayakan bangsa dan negara.

Jajak pendapat Gallup terbaru menunjukkan bahwa hanya sekitar sepertiga responden di Uganda yang yakin dengan kejujuran pemilihan di negara mereka.

Pekan ini, ketika surat suara sedang dihitung dan hasil pemungutan suara 2021 masih belum jelas, ada kekhawatiran tentang seperti apa transisi para pemimpin di negara bekas jajahan Inggris itu.

Gallup mencatat bahwa “Uganda tidak pernah menyaksikan peralihan kekuasaan secara damai sejak memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1962.”

Uganda, negara di kawasan Afrika Timur berpenduduk sekitar 35 juta jiwa dikenal dunia saat di bawah kepemimpinan diktator Idi Amin antara 1971 dan 1979 yang memerintah dengan tangan besi.

Begitu diangkat jadi presiden, ia memerintahan pengusiran 60.000 warga negara asing yang bermukim puluhan tahun di negerinya, kebanyakan asal Asia (India, Pakistan dan Bangladesh) dengan hanya member waktu dua minggu.

 

 

 

 

 

Advertisement