
TRIPOLI, KBKNews.id– Semangat solidaritas dunia untuk kemerdekaan Palestina kembali membara. Imam Alfaruq, delegasi dari Global Sumud Flotilla (GSF) asal Indonesia yang juga mewakili lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa, melaporkan kehadirannya di kamp konsentrasi para partisipan misi kemanusiaan internasional tersebut di Libya, Sabtu (9/5/2026).
Kehadiran delegasi Indonesia ini merupakan bagian dari upaya kolektif Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Ratusan partisipan dari berbagai belahan dunia telah berkumpul untuk menyatukan visi dan kekuatan demi menembus blokade dan menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza.
Misi ini tidak hanya melibatkan Indonesia, tetapi juga aktivis kemanusiaan dari berbagai negara Eropa dan Asia. Partisipan datang dari Polandia, Italia, Prancis, Inggris, dan negara-negara lainnya telah bersiap di lokasi untuk memulai rangkaian perjalanan panjang lintas negara.
Pada pagi pertama di lokasi, para peserta menjalani sesi pelatihan dan pembekalan intensif. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap anggota tim memahami protokol perjalanan, aturan yang berlaku, serta daftar perlengkapan yang harus dipersiapkan selama konvoi berlangsung dari Tripoli hingga perbatasan.
Fokus utama tim saat ini adalah koordinasi logistik dan diplomasi antarnegara. Konvoi direncanakan akan menempuh jalur darat dari Tripoli, Libya Timur, menuju perbatasan Mesir. Dari titik tersebut, tim akan melanjutkan perjalanan ke Kairo sebelum akhirnya berikhtiar masuk ke gerbang Gaza.
Imam juga menegaskan pentingnya dukungan diplomasi dalam misi ini. Ia menjelaskan bahwa tim diplomatik sedang bekerja keras menjalin komunikasi antara otoritas Libya Timur dan Mesir agar memfasilitasi perjalanan tim konvoi ini hingga sampai ke tujuan akhir.
Melalui pesannya, dia menekankan bahwa GSF merupakan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. “Kita masih akan terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina, untuk hak-hak dasar warga Palestina, dan agar anak-anak Palestina mendapatkan pendidikan serta kesehatan yang layak. Palestina berhak atas kemerdekaannya sebagaimana warga negara lain di dunia,” ujarnya.
Imam juga menyampaikan bahwa kehadiran delegasi Indonesia membawa pesan cinta dan kasih sayang dari rakyat Indonesia. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk kemanusiaan di Palestina adalah amanat yang harus terus disuarakan hingga penjajahan di atas dunia benar-benar dihapuskan.
Misi Global Sumud Flotilla 2026 diharapkan dapat menarik perhatian dunia internasional akan kondisi terkini di Gaza. Dengan dukungan doa dan aksi nyata, para delegasi berharap perjalanan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan keadilan dan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.



