Aktivitas Gempa di Sulbar Menurun, Warga Diperbolehkan Pulang

Ilustrasi Gempa di Kab. Mamuju (14/1) dan gempa susulan di Kab. Majene (15/1) menewaskan paling tidak 34 orang orang, 623 terluka dan belasan ribu mengungsi.

MAMUJU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan pascagempa yang mengguncang wilayah Majene dan Mamuju Sulawesi Barat pada 15 Januari lalu terus menurun, sehingga warga bisa mempertimbangkan untuk kembali ke rumah.

Deputi Geofisika BMKG Muhammad Sadly  mengatakan warga dapat kembali ke rumah atas pertimbangan dan izin dari BPBD setempat, dengan catatan rumahnya masih kuat dan tidak rusak saat terjadi gempa dan lokasinya jauh dari wilayah rawan longsor.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG terkait perkembangan gempa Majene dan Mamuju hingga Minggu (31/1/2021), telah terjadi 38 kali aktivitas gempa susulan.

Sedangkan jumlah gempa sejak terjadinya gempa pembuka tercatat 47 kali dengan aktivitas gempa dirasakan sembilan kali.

BMKG telah melakukan perhitungan peluruhan gempa Majene dan Mamuju berdasarkan data gempa susulan (aftershocks) sejak 15-30 Januari 2021, hasilnya menunjukkan bahwa gempa susulan diperkirakan akan berakhir sekitar 10-12 hari pascagempa utama.

“Angka ini bukanlah nilai mutlak, tetapi sebagai sebuah gambaran estimasi kapan berakhirnya aktivitas gempa susulan,” katanya, dilansir Antara.

 

Advertisement