MAMUJU – Tim Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa masih berada di wilayah Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, yang diguncang gempa tanggal 15 Januari 2021 lalu
Disana, Dompet Dhuafa turut menggulirkan layanan psikososial berupa PFA (Psychological First Aid) atau bantuan psikologis tahap awal bagi para penyintas bencana yang mengalami peristiwa kritis, baik pada kelompok rentan penyintas gempabumi Sulbar yang membutuhkan dukungan dari anak-anak hingga dewasa.
“Selain bantuan respon SAR, layanan medis, distribusi logistik, pemasangan tandon penampungan air bersih, instalasi MCK, dan dapur umum termasuk darling, kami juga menghadirkan layanan PFA. Sebab, salah satu dampak negatif dari bencana adalah stress. Jika tidak terantisipasi dengan baik dan dibiarkan berlarut-larut, akan mendatangkan ketidakstabilan emosi yang parah. Seperti depresi atau trauma setelah peristiwa kritis,” sebut Eka, Koordinator DMC pada respon gempabumi Sulbar.
Pada fase awal, aksi PFA Dompet Dhuafa fokus diberikan kepada anak-anak. Kegiatan seperti mewarnai, dongeng, hingga mendirikan Taman Ceria di pos pengungsian Dusun Pala’da, Desa Takandeang, Kec. Tappalang, Kab. Mamuju.
“PFA berupaya mendampingi penyintas pada dukungan psikis dan spiritual. Setiap harinya Tim PFA mobile ke berbagai desa di wilayah Majene dan Mamuju untuk memberikan layanan ini, sembari assesment atas indikasi lanjutan pada penyintas. Beberapa anak mengaku mengalami mimpi buruk dan ketakutan akan adanya peristiwa serupa yang lebih besar lagi. Namun Alhamdulillah, kebanyakan kami tidak menemukan anak yang terindikasi trauma kelanjutan,” ungkap Ustaz Aris Alwi, PIC Lapangan Tim PFA Religi Dompet Dhuafa, Rabu (10/2/2021), dikutip dari dompetdhuafa.org.





