GARUT – Direktur Dakwah, Budaya dan Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa, ustadz Ahmad Shonhaji mengatakan Mozi Masagi (Motor Gizi, Makanan Sarat Gizi) ini akan menjadi model pengembangan program di wilayah Indonesia.
“Ke depan mozi Masagi ini akan menjadi model bagi pengembangan program pendampingan gizi di berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga dapat berperan dalam mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan anak Indonesia sebagai sumber daya pembangunan Indonesia dengan tetap menjaga protokol kesehatan di era Pandemi Covid 19” pungkas Ustadz Ahmad Shonhaji.
Situasi ditengah pandemi Covid-19 tentunya justru memperparah kondisi kesehatan ibu dan anak, dan khususnya anak-anak balita, dalam survei Kabupaten Garut termasuk dengan angka stunting tertinggi pada tahun 2019 hasil survei menempati rangking ketiga di Jawa Barat.
“Ini tentunya, menjadi tugas rumah bersama, sampai saat ini kita terus berusaha karena kita masih di vonis angka stunting tertinggi di tahun 2017, pada Tahun 2019 kemarin kita Alhamdulillah sudah turun dari 43,2%, menjadi 27,3%,” ucap Sri Prihatin, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Garut.





