KUDUS – Sebanyak 513 warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih bertahan di tempat pengungsian selama dua pekan lebih karena masih tingginya curah hujan sehingga genangan banjir di sejumlah tempat belum surut.
“Pada Jumat (19/2/2021) pagi jumlah pengungsi yang masih berjumlah 563 orang. Akan tetapi sore hari ada yang pulang sehingga tersisa 513 orang,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo di Kudus, Jumat.
Ia mengungkapkan, seperti dilansir Antara, ratusan pengungsi yang masih bertahan tersebut berasal dari lima desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mejobo, Jati dan Undaan. Untuk Kecamatan Jati terdapat 428 pengungsi dan Kecamatan Undaan sebanyak 76 pengungsi.
Khusus Kecamatan Mejobo, kata dia, awalnya ada 58 pengungsi, kemudian banyak yang pulang menjadi sembilan pengungsi. Karena intensitas hujan masih tinggi, warga yang terlanjur pulang akhirnya mengungsi ke rumah warga terdekat.
Jumlah pengungsi paling banyak terdapat di Desa Jati Wetan (Kecamatan Jati) karena mencapai 336 pengungsi yang bertahan di balai desa setempat, sedangkan dua desa lainnya, seperti Desa Jetiskapuan terdapat delapan orang dan Tanjung Karang sebanyak 84 orang.
Sebetulnya, kata dia, hampir di semua daerah terdampak banjir, genangannya mulai surut. Akan tetapi, untuk di Kecamatan Jati memang belum bisa karena debit Sungai Wulan mulai meningkat sehingga pintu pembuangan air menuju sungai tersebut ditutup kembali.





