JAKARTA (KBK)- Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa (DD) memberikan bantuan berupa makanan dan minuman serta masker kepada korban penggusuran Kawasan Pasar Ikan, Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta pada hari Senin (11/4/2016) hingga Selasa (12/4/2016). Setidaknya 500 makanan, minuman serta masker diberikan kepada korban penggusuran.
Dalam aksinya, kehadiran relawan LPM DD sempat dipertanyakan warga. Pasalnya mereka dikira tim dari Pemprov Jakarta yang berniat mengambil hati korban penggusuran.
“Pada saat memberikan bantuan, kami sempat diteriaki oleh pemuda di sana. Kami dikira orang Pemprov Jakarta,” ujar Ahmad Lukman, Koordinator Respon Darurat Sosial Kemiskinan Dompet Dhuafa di Kantor LPM DD, Rabu (13/4/2016).
Dikatakannya, banyaknya pemulung yang mengambil puing-puing bangunan juga menjadi faktor para relawan di prottes warga. Pasalnya relawan LPM tidak dapat membedakan antara warga yang tergusur atau pemulung yang hanya mengambil puing-puing.
“Saat itu kondisinya ramai, selain itu mereka (pemulung) juga minta makanan,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, dengan cara pendekatan persuasif akhirnya warga paham bahwa bantuan yang diberikan bukanlah dari Pemprov DKI, namun dari LPM DD.
“Kami sampaikan bahwa kami tidak terkait dan konsen dengan penggusuran, kami fokus terhadap aksi kemanusiaan untuk warga yang tergusur,” tambah Lukman.
Dirinya menjelaskan pada Selasa (12/4/2016) warga korban penggusuran sudah mulai sedikit yang berada di kawasan tersebut. Sehingga aksi memberikan bantuan logistik tersebut tidak dilanjutkan pada Rabu (13/4/2016)
“Hanya 5 persen warga disana, sisanya pemulung. Warga kebanyakan pindah ke rusunawa Rawa Bebek, atau mengungsi ke rumah saudara,” pungkasnya.





