
TIM peneliti gabungan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang ditugasi ke Wuhan, Provinsi Hubei China, gagal memastikan asal-muasal virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dan awal penyebarannya.
Namun demikian, Ketua Tim, Dr. Peter Embarek dalam keterangannya di Geneva, Swiss Selasa lalu (31/3) mengemukakan, mereka meyakini bahwa virus tersebut secara sporadic telah menyebar di Wuhan sejak Oktober, 2019.
Menurut catatan, penyebaran virus resmi diungkapkan oleh otoritas kesehatan China pada pertengahan Desember 2019 yang lalu dengan cepat menjadi pandemi global di banyak negara di lintas benua.
Penyebaran virus yang berawal dari Wuhan juga menuai polemik politik diwarnai persaingan antara dua kekuatan raksasa global, Amerika Serikat dan China.
Presiden AS saat itu, Donald Trump menuduh virus menyebar dari laboratorium milik pemerintah China dan Wuhan, namun China tidak mau mengekuinya dan berupaya terus menutup-nutupinya.
Sebaliknya, China menganggap tuduhan AS tidak berdasar dan malah menyebutkan, virus bisa saja berasal dari luar China, termasuk dari AS sendiri.
Sementara Tim WHO menyimpulkan, masih perlu kajian lebih mendalam mengenai kepastian asal-usul virus SARS-CoV-2 yang juga ditemukan pada kelelawar, baik di Wuhan mau pun di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara.
Alasannya, menurut kajian tim beranggotakan masing-masing 17 pakar internasional dan China tersebut, diduga ada inang (vector) perantara antara kelelawar dan manusia karena virus yang ditemukan pada kelelawar berbeda dengan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
WHO sendiri dan juga dinas intelijen AS sebelumnya sudah mengesampingkan, terjadinya kemungkinan kebocoran lab di Wuhan yang menyebabkan penyebaran virus SARS-CoV-2.
Sejumlah laporan pernah muncul terkait adanya jenis hewan seperti sigung atau kuskus, cerpelai dan kelinci yang diduga ikut menyebarkan virus SARS-CoV-2 termasuk yang diternakkan sehingga WHO tidak menutup kemungkinan terjadinya penularan melalui hewan.
Investigasi secara ilmiah, bebas dari politisasi memang perlu dilakukan terus terkait asal-muasal penyebaran virus SARS CoV-2 agar duni bisa mengendalikan pandemi tersebut.




