AS dan Iran Resmi Berdamai

Ilustrasi bendera AS dan Iran (Foto: AI)

JAKARTA – KBKNEWS – MASYRAKAT dunia menyambut gembira kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, Minggu (14/6) setelah meliwati negosasi alot dan terkesan penuh taktik dan intrik oleh kedua belah pihak yang bertikai.

AFP dari unggahan Presiden AS DOnald Trump di Truth Social, Senin (15/6) melaporkan, kesepakatan damai ini sekaligus menghentikan perang di semua lini, termasuk Lebanon.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung, ” kata Presiden AS Donald Trump dalam unggahan di Truth Social, dikutip dari AFP (15/6).

“Perang berakhir secara permanen dan segera telah diumumkan di semua wilayah, termasuk Lebanon,” ujar Wakil Menlu Ira Kazem Gharibabadi dalam komentar yang disiarkan televisi di Iran.

Namun sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Israel merespons kesepakatan ini.
Menurut catatan, Israel dan milisi HIzbullah proksi Iran di Lebanaon terus saling gempur, dan pihak Israel sendiri menganggap, konflik di Lebanon tidak termsuk dalam kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran.

Sementara itu Sekjen PBB Antonio Guterres menyambut baik kesepakatan damai AS-Iran dengan gencatan senjata permanen dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah penting menuju penyelesaian perang di Timur Tengah.

“Sekjen PBB berharap bahwa pihak-pihak terkait akan memanfaatkan momentum baru ini dan melipatgandakan upaya mereka menuju penyelesaian akhir konflik,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh juru bicaranya, Stephane Dujarric.

Dikutip dari Al Jazeera, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyebutnya sebagai langkah besar menuju kesepakatan yang lebih luas.

Ia berharap kesepakatan itu akan diimplementasikan secara bertahap.
“Kebebasan dan keamanan bernavigasi di Selat Hormuz akan benar-benar terjamin dan bahwa kesepakatan akhir tentang masalah nuklir Iran dan hal-hal lainnya akan terwujud sesegera mungkin,” ungkapnya.

Disambut para pemimpin dunia
Sementara Kanselir Jerman Friedrich Merz mengucapkan selamat kepada para pemimpin Iran dan AS. Ia menyebut kesepakatan itu dapat membuka jalan bagi terobosan yang lebih luas.

“Ini dapat membuka jalan menuju ekonomi global yang lebih kuat dan Timur Tengah yang lebih aman,” jelas dia.
Sementara itu Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan turut menyambut baik kesepakatan AS-Iran.
Ia menyerukan semua pihak untuk menghindari retorika, provokasi, serta tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan pada periode menjelang penandatanganan perjanjian dan tetap waspada terhadap kemungkinan sabotase.

“Mudah2an ini moment penting untuk perdamaian timur tengah. Jangan lagi ada serangan dari proxy Iran ke israel karena Israel akan menghancurkan semua proxy Iran bersama induknya, ” ujarnya.

Masyrakat dunia, terlebih rakyat Iran, Lebanon dan warga Palstina di Gaza pasti bersuka cita dengan tercapainya perdaaian antara AS dan Iran yang juga diharapkan akan mengakhiri hilangya nyawa dan pertumpahan darah. (AFP/Al-Jazeera/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here