Presiden Trump: Kesepakatan Damai Diteken Hari Minggu ini

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (kiri) dan Presiden AS Donald Trump. Presiden Trump menyatakan, naskah perdamaian AS -Iran akan ditandatangani hari ini, Minggu (14/6), namun pihak Ira belum mengonfirmasinya (foto: Reuters)

JAKARTA – KBKNEWS – PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebutkan, kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah akan ditandatangani hari Minggu ini waktu Washington DC (14/6).

Seperti dilaporkan AFP, Trump juga menegaskan bahwa Selat Hormuz yang strategis akan segera dibuka kembali untuk umum.

Penutupan selat sempit dengan lebar antara 40 km sampai 70 km yang merupakan alur tanker pengangkut seperlima minyak mentah dunia oleh Iran dan blokade laut oleh AS memicu lonjakan harga minyak dunia.

Meskipun Teheran sempat memberikan indikasi hari berbeda, kedua pihak beserta para mediator menunjukkan optimisme kian meningkat, bahwa negosiasi yang melelahkan selama berminggu-minggu ini akan segera membuahkan hasil.

“Kesepakatan dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz terbuka untuk semua, ” tulis Trump melalui akun media sosial pribadinya pada Sabtu (13/6), dikutip dari AFP.

Senada dengan Trump, Pakistan yang bertindak sebagai mediator utama menyatakan bahwa kesepakatan saat ini sudah dalam posisi yang lebih dekat dari sebelumnya.
PM ri Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan pada Sabtu, finalisasi perjanjian damai diharapkan terjadi dalam kurun waktu 24 jam.

Ia juga menambahkan, proses penandatanganan bakal dilakukan secara elektronik. “Pembicaraan tingkat teknis diharapkan akan menyusul minggu depan,” tambah Sharif.
Pernyataan resmi dari Kemenlu Pakistan pun memperkuat linimasa tersebut, dengan menyebutkan bahwa agenda penandatanganan memang direncanakan berlangsung pada Minggu ini.

Di sisi lain, upaya diplomasi terus bergulir di lapangan. Delegasi dari Qatar—yang juga bertindak sebagai mediator—tiba di Teheran pada Minggu untuk melakukan pembicaraan lanjutan.

Kantor berita Iran, ISNA, melaporkan bahwa Penasihat Menlu Qatar diutus ke negara tersebut. Sementara itu, kantor berita Tasnim menyebutkan kunjungan bertujuan untuk meninjau perkembangan terbaru terkait proses diplomatik.

Iran agaknya berhati-hati
Kendati ada desakan waktu dari AS dan mediator, Iran justru menunjukkan sikap lebih berhati-hati. Kantor berita Iran Fars yang mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran, melaporkan bahwa Teheran sebenarnya belum mengambil atau mengumumkan keputusan akhir mengenai kesepakatan tersebut.

Jubir Kemenlu Iran, Esmaeil Baghaei, pada Sabtu pagi juga menegaskan bahwa tanggal penandatanganan resmi belum diputuskan, dan dipastikan bukan Minggu.

Akan tetapi, pihaknya tidak menutup kemungkinan kesepakatan akan tercapai dalam waktu dekat. “Kemungkinan hal ini terjadi dalam beberapa hari mendatang tidak dapat dikesampingkan,” kata Baghaei.

Sejak gencatan senjata pada 8 April berhasil meredakan pertempuran terburuk, Trump berulang kali mengklaim kesepakatan sudah di depan mata.

Namun pada kenyataannya, proses perundingan terus berjalan lambat dan berlarut-larut.
Selain itu, pihak-pihak yang bertikai kerap merilis informasi saling bertentangan mengenai isi draf kesepakatan.

Hal tersebut diduga sebagai upaya masing-masing pihak untuk membangun opini publik bahwa mereka keluar dari konflik dengan posisi tawar lebih unggul.

Dunia kali ini menanti, benar tidaknya kabar gembira ini. (AFP/Taslim/Fars/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here