MAMUJU – Dompet Dhuafa mendirikan Rumah Sakit Lapangan di lokasi gempa Mamuju, setelah sejumlah respon diberikan sejak awal terjadinya bencana di daerah tersebut pada Januari 2021.
“Yang terbaru adalah penyediaan sarana prasarana kebutuhan RS Lapangan. Rumah sakit dan puskesmas adalah salah satu fasilitas layanan kesehatan yang diharapkan tetap berfungsi ditengah situasi dan dampak gempa yang terjadi. Sejalan dengan proses pemulihan yang masih memerlukan persiapan dan waktu, pemenuhan sarana RS lapangan yang menjadi RS Darurat dapat difungsikan sementara dan tetap berjalan melayani masyarakat,” ujar dr.Yeni Purnamasari, MKM selaku GM Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa di sela-sela peresmian Rumah Sakit Lapangan pada Senin (29/03/2021).
Upaya ini dapat terwujud atas dukungan dan donasi kemanusiaan masyarakat Indonesia melalui kitabisa dan Dompet Dhuafa yang disalurkan di 5 titik yaitu RS Kabupaten Mamuju, RS Mitra Manakara, Puskesmas Rangas, Puskesmas Botteng, Puskesmas Tapalang dengan kelengkapan sesuai kebutuhan, yaitu meliputi kelengkapan kamar operasi, layanan kesehatan ibu dan ruang bersalin, pemenuhan obat-obatan dan alat pelindung diri serta hygiene kit untuk petugas kesehatan.
“RS lapangan adalah wujud kepedulian masyarakat Indonesia dan kolaborasi yang baik berbagai pihak dalam gerakan kebaikan mewujudkan layanan kesehatan yang dapat diakses oleh semua yang membutuhkan. Terlebih masa pemulihan bencana ini terjadi ditengah pandemi Covid-19 dengan berbagai upaya pemerintah memutus mata rantai penularan, keberadaannya diharapkan dapat juga membantu masyarakat dan tenaga kesehatan untuk terus menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan sekitarnya,” tambah dr.Yeni Purnamasari, MKM, dilansir dompetdhuafa.org.
Sebelumnya melalui tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Dompet Dhuafa Cabang Sulawesi Selatan, dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa, hadir sejak hari kedua gempa hingga saat ini.
Disana Dompet Dhuafa mendirikan pos di wilayah Mamuju dan Majene dengan aksi evakuasi korban bencana, layanan pos medis termasuk mengirimkan dokter spesialis bedah, membuka layanan dapur umum dan dapur keliling, bantuan bahan pangan dan sembako, layanan psikososial, pembangunan MCK di 10 titik, musholla darurat 2 titik, sumur bor 7 titik, shelter/rumah darurat 40 unit dengan penerima manfaat sebanyak 2500 KK dan lebih dari 10.000 jiwa yang terdampak bencana gempa di wilayah Mamuju dan majene Sulawesi Barat.





