ACEH – Dompet Dhuafa menyalurkan sebanyak 50 Al Quran kepada Dayah Darul Nahli Desa Ateuk, Pemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimeum, Aceh, Rabu (31/3/2021).
Semangat belajar dan mengaji Al Quran para santri Dayah Darul Nahli sangat tinggi. Namun terkadang semangat mereka harus terhambat dengan kondisi mushaf yang sudah tua, rapuh, bahkan hilang sebagian halamannya.
Kepala Cabang Dompet Dhuafa Aceh, Rizki Fauzan, mengatakan, Desa Ateuk termasuk daerah yang marginal, sulit dijangkau dan jauh dari pusat kota. Sedangkan Dayah (Pesantren) Darul Nahli merupakan pesantren yang menaungi para santri-santri dari kalangan dhuafa, fakir, miskin, bahkan anak-anak yatim.
Salah satu dewan guru, Rizki Amanda asal Lam Aping, Kecamatan Seulimuem, mengungkapkan, Al Quran-Al Quran di sini umurnya kondisinya sudah cukup lama. Jadi, sudah sangat wajar jika kondisinya sudah lusuh, terlipat, bahkan tidak sedikit yang halamannya robek dan hilang.
“Padahal kita dalam membaca mushaf Al Quran harus sangat diperhatikan kebenaran bacaannya. Karena itu adalah kalam Allah. Apabila salah dalam membaca Al Quran, itu sama saja dengan merobek isi al-Quran,” tuturnya, dikutip dompetdhuafa.org.
Teungku Abbas, Pimpinan Dayah Darun Nahli menambahkan, kondisi pesantrennya kini memang sedang mengkhawatirkan, terlebih pada masa pandemi. Menurutnya, meski tidak begitu berpengaruh, namun adanya pamdemi semakin mengkhawatirkan. Sebab, tidak ada bantuan masuk. Padahal para santri di sana merupakan santri-santri yatim dan dhuafa. Mereka juga tidak dikenakan biaya selama mencari ilmu di sana.





