Babi Ngepet Ala Ustadz

Gara-gara pengin ngetop dan banyak undangan ceramah, ustadz Adam Ibrahim tega bikin berita hoaks.

SEORANG ustadz jika ingin terkenal berusahalah masuk TV. Sedangkan untuk bisa masuk TV haruslah didukung oleh konten dan penampilan yang bisa menarik pemirsa. Tapi di Depok, ada ustadz ingin ngetop justru menciptakan berita hoaks tentang babi ngepet, dialah “ustadz” Adam Ibrahim! Ya memang langsung terkenal, meski hanya barang beberapa hari. Habis itu dia akan tenggelam, tak pernah lagi ceramah-ceramah di mesjid-mushola kampung, karena harus “bertapa” di penjara. Padahal mestinya, di bulan ramadhan penuh berkah ini dia banyak iktikaf di mesjid!

Tak bisa dipungkiri sebagian masyarakat kita masih banyak yang percaya hal-hal mistik termasuk ilmu klenik. Ketika ada orang sering kehilangan uang di rumahnya, langsung babi ngepet jadi tersangkanya. Jika bukan dia, bisa juga si thuyul yang konon setan atau jin berbentuk bocah telanjang. Konon katanya, dua species ini makhluk alam gaib yang paling ahli mencari duit, meski omsetnya tak sebanyak yang didapat oleh para kaum Youtuber.

Sebagai seorang ustadz mestinya Adam Ibrahim memerangi berbagai pemahaman yang mengarah ke kemusyrikan. Tapi dia justru tidak. Ketika heboh babi ngepet melanda kampungnya, malah dia memanfaatkan untuk mendongkrak popularitasnya. Maklum, sekian lama disebut ustadz oleh masyarakat lingkungan Bedahan Kecamatan Sawangan Depok, namanya tak juga terkerek, apa lagi masuk TV, jauuuuuh……

Dilihat dari video saat Adam Ibrahim memberikan tausiah pada jemaah di kampungnya, boleh juga memang. Gayanya sudah mirip ustadz-ustadz layar kaca. Cuma rejeki saja belum jadi miliknya. Yang manggil pengajian baru lingkungan kampungnya saja, belum sampai tingkat kecamatan, apa lagi balaikota. Karenanya, ketika sepi undangan ceramah, Adam Ibrahim kembali ke profesi aslinya, tukang bikin kandang burung.

Beberapa minggu lalu terbetik berita bahwa sejumlah penduduk mengaku kehilangan uangnya di rumah. Ada yang Rp 1 juta bahkan Rp 2 juta. Bertolak dari sinilah otak nakal Adam Ibrahim mulai muncul. Jika berhasil mengangkat isyu babi ngepet sampai jadi trending topik, dan dirinya yang berhasil membereskannya, pastilah akan menjadi berwibawa dan terkenal. Insya Allah panggilan ceramah membanjir kayak ustadz Gus Miftah.

Dengan mengajak sejumlah orang kepercayaannya Adam Ibrahim mulai melempar isyu bahwa semalam nyaris berhasil menangkap babi ngepet tersebut. Di tengah malam buta, ada seseorang yang masuk kampung Bedahan lalu berubah jadi babi. Ustadz Adam Ibrahim bersama konco-konconya gagal menangkapnya, kecuali hanya dapat sejumput bulu-bulu babinya.

Selang beberapa hari babi ngepet itu muncul lagi tengah malam. Adam Ibrahim tak mau kehilangan buruannya. Dengan ilmu entah dari mana, para pemburu babi ngepet itu kompak bugil dan tertangkaplah babi ngepet berwarna hitam tersebut. Maka pada keesokan harinya kembali ustdz bertausiah bahwa alhamdulillah babi ngepet itu sudah berhasil ditangkap. Babi penyedot uang penduduk itu sudah dkandangi. Lalu katanya, “Nanti siang akan kita bunuh, dan pasti keluarganya akan segera datang mencarinya.”

Wush……berita tertangkapnya babi ngepet itu langsung menyebar dengan cara yang seksama dalam tempo sesingkatnya. Kemudian, meski bukan satu paket dengan Adam Ibraham, seorang ibu rumahtangga di tetangga  kampung pun mengunggah video bahwa dia curiga sama tetangga sebelah, bahwa jangan-jangan si Polan yang tak pernah ke Polandia inilah yang menjadi praktisi babi ngepet. “Dia tak pernah ke mana-mana, kerjanya juga nggak jelas, tapi kok banyak duit?”

Polisi Polres Depok akhirnya turun tangan. Dia datangi Adam Ibrahim sekaligus ingin tahu seperti apa wujud babi ngepet itu. Ternyata sudah dibunuh, dan dikubur di belakang rumah. Polisi pun lalu membongkarnya. Ternyata tak berubah jadi orang, tetap bangkai babi hitam. Mayat babi nahas itu dibawa serta untuk penyelidikan.

Tak lama kemudian ustadz Adam Ibrahim diinterogasi dan akhirnya mengaku bahwa itu sekedar rekayasa bersama sejumlah orang kepercayaannya. Babi hitam itu dibeli secara online seharga Rp 1,4 juta. Yang Rp 700.000,- dari sang ustadz dan sisanya patungan. Apa tujuannya bikin berita hoaks itu? “Biar terkenal dan banyak undangan ceramah,” katanya polos.

Adam Ibrahim pun ditahan dengan ancaman 10 tahun penjara. Dan sungguh tak dinyana,  dari penangkapan sang ustadz itu berimbas pada Wati yang menuduh tetangganya pelihara babi ngepet. Yang tersinggung bukan saja sosok yang dicurigai pemilik babi ngepet, tapi juga warga sedesa. Meski Wati sudah klarifikasi dan minta maaf, warga tetap mendesak agar dia pergi dari kampung tersebut. Untung saja hanya ngontrak. (Cantrik Metaram).

           

Advertisement