Manusia Perahu Pasar Ikan Terancam Diusir

JAKARTA (KBK)- Puluhan warga Kampung Aquarium, Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara yang tinggal di perahu karena rumahnya digusur pada Senin (11/4) terancam diusir. Pasalnya tepi laut tempat perahu mereka bersandar merupakan wilayah yang terdampak revitalisasi kawasan Pasar Ikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Proses penggeseran manusia perahu tersebut direncanakan akan berlangsung pada Senin (18/4). Akan tetapi prosesnya diundur karena warga merasa keberatan dan meminta harus ada prundingan terlebih dahulu.

“Hari ini gak jadi. Kalaupun jadi, warga siap usir Satpol PP. Kita harus tinggal di mana lagi?,” ujar Salah seorang manusia perahu, Jaelani (51) kapada KBK, Senin (18/4/2016).

Dikatakannya, tokoh masyarakat dan pihak pemerintah akan melakukan perundingan tersebut pada Rabu (20/4).

“Saya harap hasil perundingan dapat memihak kepada kami,” katanya.

Dirinya menambahkan, alasan memilih tetap bertahan tinggal di perahu karena tidak mendapatkan jatah rumah susun.

“Waktu itu saya telat datang untuk ambil kunci. Soalnya sedang melaut,” jelasnya.

Alasan lain para nelayan tetap tinggal di perahu adalah lokasi rumah susun Rawa Bebek jauh dari tempat parahu mereka bersandar. Selain sulit untuk mengawasi perahu, ongkos untuk mencapai dermaga juga menjadi pertimbangan mereka.

Sedikitnya 50 orang sudah sepekan tinggal di perahu. Banyak di antaranya adalah anak-anak. Beruntung bantuan dari lembaga kemanusiaan dan warga Jakarta lainnya terus berdatangan. Pasalnya sejak dijadikan tempat tinggal, perahu yang merupakan sarana mencari nafkah tidak dapat digunakan mencari ikan.

“Sejak kejadian saya tidak melaut. Alhamdulillah untuk makan dan minum banyak yang bantu,” pungkasnya.

Advertisement