
VIRUS corona varian baru: Alpha (B117) asal Inggeris, varian Beta (B.1.351) asal Afrika Selatan dan varian Delta (B1.617.2) asal India yang lebih ganas dilaporkan ikut berkontribusi terjadinya lonjakan angka Covid-19 akhir-akhir ini.
Lonjakan Covid-19 terjadi di sejumlah wilayah, khususnya DKI Jakarta tercemin dari tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di RS Darurat Covid-19 Kemayoran yang pada Minggu (13/6) sudah mencapai 4.864 (sekitar 81 persen) dari total kapasitas sekitar 5.900 tempat tidur.
Untuk itu, Satgas Covid-19 berencana menambah satu bed di ruang-ruang isolasi mandiri di RSDC Kemayoran yang masih diisi dua bed menjadi tiga bed sehingga seluruhnya ada penambahan sekitar 1.500 bed lagi.
Dari total penambahan harian orang terpapar Covid-19 sebanyak 9.868 kasus , DKI Jakarta dan Jawa Tengah masing-masing dengan 2.769 kasus dan 2.579 kasus berkontribusi lebih dari separuhnya, disusul Jawa Barat (1.242 kasus), DI Yogyakarta (2.769 kasus) dan Jawa Timur (418 kasus).
Badan Kesehatan Dunia (WHO) (11/5) juga sudah menetapkan varian Delta sebagai varian yang menjadi “perhatian bersama” selain varian Alpha, Beta dan Gama.Sejauh ini sudah terlacak 34 kasus penyebaran varian Alpha, 30 varian Beta dan lima varian Delta di sejumlah wilayah di Indonesia.
Selain lebih menular, varian delta mengakibatkan fatalitas (keparahan) lebih tinggi, menurunkan efikasi vaksin dan pengobatan serta menyulitkan diagnosis dengan tes standar.
Sementara epidemiolog Universitas Indonesia Yunis Tri Miko mengeukakan, selain mempercepat cakupan program vaksinasi, program tracing terhadap kontak erat juga harus lebih diperluas jangkauannya.
Namun ia tidak mengingkari, sikap sebagian masyarakat yang menolak untuk dites antigen atau swab (PCR) padahal, ia diketahui sebagai kontak erat korban terpapar Covid-19 seperti terjadi di Bangkalan, Madura, juga menjadi kendala upaya penelusuran korban Covid-19.
“Nakes yang mendatangi warga untuk menelusuri kontak erat dengan orang terpapar Covid-19 malah dikejar-kejar dengan clurit, ” ungkapnya.
Sementara Sekjen Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Lia Partakusuma menyatakan, pihaknya terus memantau kesiapan rumah-rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menampung lonjakan kasus Covid-19 yang diperkirakan mencapai puncaknya awal Juli.
Pengelola rumah sakit juga saling bertukar info, misalnya mengenai BOR, sehingga RS-RS rujukan pasien Covid-19 di kota-kota kabupaten, bisa menerima pasien dari kota lain, atau merujuk pasien ke RS di ibukota provinsi yang belum penuh.
RS-RS juga diminta untuk meningkatkan rasio tempat tidur bagi pasien Covid-19 dari 20 persen menjadi 40 persen, walau menurut dia, hal itu tidak mudah, karena fasilitas lain seperti ruang dengan tekanan negatif, ventilator dan peralatan lain, begitu pula tenaga kesehatan yakni dokter dan perawat serta tim medis lainnya.
Sedangkan Staf khusus Menkes Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan, Alexander K Ginting mengemukakan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah RS lapangan untuk mengantisipasi ledakan Covid-19.
Kewaspadaan segenap instansi pemangaku kesehatan dan juga kepatuhan warga untuk menaati prokes 5M dan mengikuti vaksinasi diperlukan, jika lonjakan Covid-19 tidak sampai seperti di India.




