Derita Bendot, Kaki Patah Isteri Minta Pisah

BOGOR- Andi Fauzi, 29 tahun, kerap disapa Bendot di kalangan teman sepergaulannya saat ini tengah terbaring di RS. Karya Bakti, Bogor
Ia dirawat setelah operasi pemasangan pen di pergelangan kaki kiri pada Sabtu, (16/4/2016) lalu dengan jaminan KIS ( Kartu Indonesia Sehat).
Tulang pergelangan kaki Andi patah, akibat kecelakaan dengan motor, 2 bulan lalu. Ia bersama kawannya baru saja pulang dari hajatan temannya di Sindangbarang, Bogor.
Andi dibonceng ketika motor yang dikendalikan temannya itu menabrak tembok pembatas jalan. Temannya selamat, tapi malang bagi Andi, kakinya cedera.
Ternyata penderitaan Andi belum berakhir. Dua bulan setelah kecelakaan, isterinya Andi memilih pulang ke rumah orang tuanya dengan anak tunggalnya yang masih berumur 3 tahun. Tinggalah Andi sendiri di rumah sakit mengenang ketidakberdayaannya. Untung Andi masih punya ibu, yang selalu setia menjenguknya di rumah sakit.
Ibunya sendiri juga sakit-sakitan, dengan kaki tertatih karena asam urat akut, si Ibu yang sudah menjanda sejak 5 tahun lalu, menguatkan diri membesuk anaknya. Sementara 6 saudara Andi lainnya sibuk dengan dunianya masing-masing.
Ibu Andi, yang bernama Aas, 56 tahun, berkerja sebagai asisten rumah tangga. Mendengar keluh kesah asistennya, si bos mengajukan bantuan ke LKC Dompet Dhuafa untuk mendapatkan kruk untuk penyangga jalanyang dapat digunakan Andi kalau nanti keluar dari rumah sakit.
Senin, (18/4/2016), Tim LKC Dompet Dhuafa Slamet Juniantoro dan Mamat Ismanto mendatangi Andi di rumah sakit dan menyerahkan Kruk itu.
Pemberian alat bantu gerak itu merupakan persembahan PTTEP yang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dalam rangka milad 1 Gerai Sehat Rorotan tahun. Semoga cepat sembuh Andi. -MEP/Slamet Juniantoro*
Advertisement