Perang Dunia Pertama 107 tahun Lalu

Perang Dunia I yang berkecamuk antara 1914 - 1918 yang terpusat di daratan Eropa merupakan tragedi kelam umat manusia yang menyeret banyak negara dan hampir 10 juta orang tewas.

HARI ini, 28 Juli 1914 pecah Perang Dunia I terpusat di daratan Eropa –  tragedi bagi umat manusia –  mengingat  besarnya jumlah korban kedua pihak yang bertikai yakni pasukan sekutu (entente) dan  kubu sentral.

Bayangkan, sekitar 70 juta tentara terlibat dalam perang yang berkecamuk selama empat tahun, tiga bulan dan dua pekan sampai 11 November 1918, menewaskan sekitar 9,9 juta pasukan kedua kubu, 20 juta luka-luka dan 7,4 juta hilang.

Yang terlibat belasan negara dan kerajaan di kubu sekutu, a.l. Amerika Serikat, Australia, Belgia, Britania Raya, China, India, Italia, Kanada,  Jepang, Perancis,Rumania,  Kekaisaran Rusia, Serbia dan Yunani melawan blok sentral terdiri dari Bulgaria, Kekaisaran Austria-Hongaria, Jerman dan Kesultanan Utsmaniyah.

Terbunuhnya pewaris tahta Kekaisaran Austria-Hongaria Pangeran Franz Ferdinand bersama isterinya, Sophie Chotek oleh seorang nasionalis Serbia, Gavrilo Princip pada 28 Juni 1914 dianggap sebagai “casus belli” atau pemicu PD I.

Saat itu para nasionalis Serbia berjuang mengakhiri rezim pemerintah Austro-Hongaria atas wilayah Bosnia Herzegovina (yang kemudian  bergabung menjadi Yugoslavia) dan juga berdasarkan analisa Kepala Intelijen Serbia Kol.  Dragutin Dimitrijevi yang berkeyakinan, kemerdekaan hanya bisa diwujudkan jika Franz dieksekusi.

Ultimatum Kekaisaran Austro-Hongaria terhadap rezim Serbia agar mengusut kasus tersebut tidak digubris sehingga perang tak terelakkan, apalagi setelah Kaisar Jerman Wilhelm II mendukung rezim Austro-Hongaria dikuti Bulgaria dan Kesultanan Utsmaniyah (sekarang Turki).

Perdamaian baru terwujudkan melalui serangkaian kesepakatan  damai seperti  Traktat Versailles (28 Jan. 1919), Saint Germain –en- Laye (10 Sept. 1919), Neuilly-sur-Seine (27 Nov. 2020), Trianon (4 Juni 1020) dan Sevres (10 Agustus 1920).

Usainya PD I juga menandai berakhirnya kekaisaran Jerman, Rusia, Utsmaniyah, Austro-Hongaria, terbentuknya negara-negara baru di daratan Eropa dan Timur Tengah, pelepasan koloni-koloni Jerman dan wilayah bekas Kesultanan Utsmaniyah ke negara-negara lain dan dibentuknya Liga Bangsa Bangsa (kini PBB).

Perang Dunia II

Setelah PD I, dunia kembali terseret Perang Dunia II antara 1939 dan 1945 dengan konfgurasi kubu yang berbeda dibandingkan dengan PD I.

Kubu pasukan sekutu dipimpin AS beranggotakan negara-negara Barat plus Australia dan Selandia Baru berhadapan melawan Jerman dan Itali di front Eropa dan Jepang di palagan Asia sampai ke Indonesia.

PD II lebih dahsyat dari jumlah pasukan yang terlibat (sekitar 100 juta personil), dengan korban tewas kedua belah pihak sampai 73 juta orang (termasuk sipil)  akibat persenjataan yang lebih modern termasuk bom  nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.

Setelah itu konstalasi geopolitik dan kekuatan militer global ditandai dengan era Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet, berakhir dengan runtuhnya Uni Soviet menjadi 16 negara sempalannya dan juga penyatuan kembali Jerman di era 1990-an.

Perang Dunia III nyaris pecah pada 1962, saat AS mengultimatum Uni Soviet agar membongkar situs rudal-rudal nuklir yang digelar di Kuba atau  berada dalam jangkauan ke wilayah AS.

Beruntung, PM Soviet saat itu Nikita Khrushchev mengalah, sehingga dunia terhindar dari malapetaka mengingat  senjata pemusnah massal nuklir yang dimiliki kedua negara sudah melebihi kekuatan yang dibutuhkan untuk saling menghancurkan.

Ini hari, dunia diwarnai globalisasi, kerjasama  dan kemitraan, walau masih terjadi percikan-percikan atau konflik dalam skala lebih kecil  antarnegara atau di negara ketiga.

Dunia saat ini juga di tengah perang melawan musuh bersama, pandemi Covid-19  yang sudah memapar 195,3 juta warga di 200 negara dan hampir 4,2 juta meninggal. (Wikipedia/ns)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement