PEREKONOMIAN Indonesia yang tertatih-tatih akibat tertumpahnya segenap daya upaya atau fokus pemerintah dalam perang melawan pandemi Covid-19 diharapkan setahap demi setahap bangkit lagi September nanti.
“Syaratnya, sejumlah kondisi secara konsisten harus dipenuhi, “ kata Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Senin (2/8) saat mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dan 3 dari 3 sampai 9 Agustus.
Penetapan level PPKM antara lain didasarkan atas tingkat penyebaran, keterisian tempat tidur di RS (BOR), positivity rate dan juga kondisi prasarana, sarana dan fasitas layanan kesehatan (fasyankes) seperti RS, Puskesmas dan pusat-pusat isolasi yang dibangun pemerintah.
Menurut Luhut, kepatuhan terhadap protokol kesehatan 3M dan pelaksanaan testing, tracing serta treatment (3T) serta upaya percepatan vaksinasi harus dipacu hingga bisa menyasar target sebanyak 60-70 juta suntikan Agustus nanti.
“Jadi, pembukaan aktivitas ekonomi tergantung pada capaian vaksinasi serta implementasi program 3T (Testing, Tracing dan Treatment) serta kepatuhan warga terhadap 3M (Mengenakan masker, Menjaga jarak dan sering Mencuci tangan,” ujar Luhut .
Selain melanjutkan PPKM Level 4 dan 3 se-Jawa Bali, pemerintah juga memperluasnya ke sejumlah kabupaten dan kota di berbagai provinsi di luar pulau Jawa.
Sebelumnya, PPKM Darurat yang digelar dari 3 sampai 20 Juli dan dilanjutkan sampai 25 Juli dinilai cukup efektif menekan angka kasus Covid-19 ditandai dengan menurunnya BOR, walau angka kematian masih tinggi, di atas 1.500 sehari, tertinggi pada 27 Juli 2.609 orang.
Infrastruktur Kesehatan Minim
Yang mencemaskan, jika terjadi lonjakan penyebaran Covid-19 di wilayah luar Jawa terutama di Indonesia bagian timur yang infrasruktur dan Fasyankes-nya lebih rendah, begitu pula literasi dan tingkat ekonomi penduduknya.
Selain merenggut 97.291nyawa dan menginfeksi 3.462.800 orang sampai 2 Agustus sehingga di medsos dipenuhi kabar duka atau atau terpapar Covid-19 di kalangan kerabat, keluarga, para pesohor dan orang-orang penting, pandemi juga membuat perekonomian terpuruk.
Sekitar 74 juta penduduk yang berprofesi di sektor informal seperti pedagang asongan, buruh serabutan, pengendara ojol dan lainnya paling terpukul akibat berbagai pembatasan mobilitas dan aktivitas warga melalui kebijakan PPKB atau PPKM berjilid-jilid sampai hari ini.
Tidak hanya mereka, para pengusaha terutama bidang pariwisata dan perhotelan, kuliner dan pasar swalayan, sebagian sudah melempar “bendera putih” tanda menyerah karena bukan hanya laba yang tergerus, modal usaha mereka pun ikut ludes.
Apalagi, sebagian pengusaha yang harus tetap mengeluarkan biaya sewa bangunan atau ruangan, membayar tagihan listrik dan juga gaji karyawan.
Dimulainya lagi kegiatan perekonomian dan usaha, pasti disambut baik semua orang, tentu jika dalam waktu bersamaan, Covid-19 bisa dikendalikan.
Untuk itu mari kita bahu-membahu memenangkan perang melawan Covid-19.





