
SEJUMLAH wilayah se-Jawa Bali termasuk wilayah algomerasi atau yang saling bersinggungan di Jabotabek , Badung Raya dan Surabaya Raya diturunkan PPKM-nya dari level 4 ke 3 setelah sejumlah indikator peyebaran Covid- 19 trennya menurun.
Pelonggaran yang diberikan a.l. tempat ibadah bisa dibuka 25 persen kapasitas (maks. 30 orang), tamu restoran boleh makan di tempat, sampai 25 persen kapasitas dan pusat perbelanjaan sampai 50 persen kapasitas, jam buka sampai pukul 20.00, sedangkan kegiatan berorientasi ekspor bisa 100 persen beroperasi. Semua tetap harus mengikuti prokes ketat.
Menurut catatan, angka pertambahan positif harian Covid-19 pada 23 Agustus mencapai titik terendah (9.604 kasus) setelah terjadi lonjakan sejak sekitar awal Juli, bahkan mencapai puncaknya pada 27 Juli dengan 56.575 kasus. Total paparan Covid-19 seluruhnya 3.989.060 kasus.
Angka kematian harian pun mencapai titik terendah (842 orang) sejak terjadi kenaikan tren mulai 16 Juli sebanyak 1.205 orang atau selalu di atas angka 1.000, dan mencapai puncaknya, 2.069 orang pada 27 Juli. Angka kematian saat itu bahkan beberapa kali mencatat rekor dunia. Total angka kematian 127.254 orang.
Sebaliknya, yang juga membangkitkan optimisme, pandemi bakal terkendali, angka kesembuhan juga terus meningkat, pada 23 Agustus tercatat 24.758 orang sehingga seluruhnya 3.989.060 pasien Covid-19 sembuh.
Tingkat positivity rate atau perbandingan jumlah testing dengan korban terpapar yakni sektar 6 persen atau hanya sedikit di atas batas toleransi yang ditetapkan WHO juga sudah jauhmembaik dibandingkan Juli lalu yang pernah di atas 30 persen.
Turunnya penyebaran Covid-19 mengacu pada sejumlah indikator juga ikut mengurangi beban layanan kesehatan terutama RS Rujukan Covid-19 dan juga para nakes terutama tenaga dokter tercermin dari penurunan jumlah keterisian bed di RS (BOR) menjadi 30 persenan, padahal sebelumnya pernah mencapai di atas 70 persen.
Pada PPKM baru dari23 sampai 30 Agustus, jumlah daerah dengan level 4 se Jawa Bali berkurang dari 67 kabupaten atau kota menjadi 51, sedangkan di luar Jawa berkurang dari 11 menjadi tjuh provinsi dan dari 132 kabupaten dan kota menjadi 104.
Presiden Jokowi sendiri berpesan agar selain terus menerapkan strategis penanganan pandemi Covid-19, perlu pula digagas strategi hidup bersama Covid-19 dengan tetap menjalani prokes 5M dan program testing, tracing dan treatment (3T).
Mengenai Covid-19 ke depannya, menurut para pakar epidemiologi dan virologi,suatu saat nanti akan menjadi penyakit musiman biasa seperti influenza (flu) yang pernah menewaskan 50 juta orang dan memapar 500 juta orang pada 2018.
Namun kapan hal itu akan terjadi, tidak bisa diramalkan, karena gelombang ketiga Covid-19 saat ini juga menyerang Melbourne, Sydney dan Brisbane di Australia dan Ho Chin Min City, Vietnam.
Tetap waspada, jangan lengah. Perang melawan Cvid-19 belum usai.
residen Joko Widodo resmi mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), terhitung 24-30 Agustus 2021. Dalam keputusan perpanjangan PPKM tersebut, DKI Jakarta dan wilayah aglomerasi Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) status PPKM-nya diturunkan dari level 4 ke level 3. “Wilayah Aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya dan beberapa wilayah Kota Kabupaten lainnya sudah bisa berada di level 3 pada 24 Agustus 2021,” kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/8/2021).
Jokowi mengatakan, beberapa daerah di Pulau Jawa dan Bali dan sejumlah daerah lainnya juga dapat diturunkan levelnya, tergantung dari perkembangan kondisi kasus di daerah masing-masing. “Pemerintah memutuskan mulai tanggal 24 Agustus hingga 30 Agustus 2021 beberapa daerah bisa diturunkan levelnya dari level 4 ke level 3,” ujar dia.




