Konflik Manusia vs Satwa

Sengketa antara manusia dan satwa sering terjadi karena satwa terusik akibat habitat mereka dialihfungsikan untuk industri, pertanian dan peruntukan lainnya.

KONFLIK terjadi di berbagai belahan dunia terutama akibat sengketa wilayah dan perebutan sumberdaya alam tidak saja tejadi antarmanusia atau negara tetapi juga manusia dengan satwa, sesama penghuni juga.

Seorang pria di India, Mohammad Kurbaan di Distrik Nabi Karim, New Delhi dilaporkan tewas setelah monyet melemparinya dengan batu bata dari lantai dua apartemen  sehingga mengakibatkan luka di kepalanya.

Mengutip laporan polisi setempat, harian Indian Times (24/10) mengungkapkan, pria malang itu tewas ditimpuk batu bata yang digunakan korban untuk mengganjal tutup tangki air di apartemennya. Satu batu bata mengenai kepalanya dan satu lagi jatuh di teras.

Sementara dalam kejadian lainnya, isteri pimpinan partai pemerintah Bharatiya Janata (BJP) bernama Sushma Devi (50)  tewas setelah diserang kawanan hewan primata tersebut di teras rumahnya di Kawasan Mayapur, Negara Bagian West Bengal, India,  9 September lalu.

Di benua lain Afrika, polisi yang sedang berpatroli seperti diberitakan Daily Star , Kamis lalu (21/10)  menemukan mayat seorang pria di Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan akibat diinjak-injak seekor gajah yang mengamuk.

Menurut keterangan polisi, pria itu yang diduga seorang pemburu gelap, tewas diinjak injak seekor gajah yang mengamuk karena kawanannya merasa terancam atas kehadiran para pemburu, sementara rekan-rekan korban menyelamatkan diri masing-masing dan meninggalkan korban.

Sementara di dalam negeri, petugas BBKSDA Riau dan Balai Taman Nasional  Tesso Nilo terpaksa mengusir belasan gajah liar yang merusak kebun warga di kawasan taman tersebut pada medio September lalu.

Kehadiran belasan gajah liar tersebut diduga  karena alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit sehingga habitat hewan mamalia itu merasa terusik.

Sedangkan pembangunan Taman Nasional Komodo di P. Komodo dan P. Rinca, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai pro dan kontra antara kekhawatiran terganggunya habitat satwa langka komodo dan pelaksanaan proyek pengembangan pariwisata.

Harimau Jawa akhirnya punah, tersisih pesatnya pembangunan di pulau terpadat di Indonesia itu. Menurut  penuturan warga setempat, di era ’80-an pernah masuk area kampus UGM dan pada 1990-an muncul di kawasan Godean, Sleman, Yogyakarta.

Antara sesama manusia saja sering terjadi konflik, apalagi untuk berbagi kehidupan dengan satwa, diperlukan tingkat kearifan tinggi.

 

 

 

Advertisement