Warga Pluit Bertahan Dirumah Meski Dilanda Banjir Rob

JAKARTA – Selama tiga hari sebanyak 300 Kepala Keluarga penghuni enam Rukun Tetangga di Rukun Warga 022 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara memilih bertahan di rumah meskipun terkena rob atau banjir pesisir.

Lurah Pluit Helwin Ginting saat ditemui di Jakarta, Senin, mengatakan warga pada enam Rukun Tetangga di Rukun Warga 022 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara itu terkena dampak rob dengan ketinggian 30-60 sentimeter.

Namun warga setempat belum ada yang mau diungsikan karena tidak ingin meninggalkan rumah masing-masing.

“Tidak ada masyarakat yang mau diungsikan, tetap bertahan di rumah-rumah masing-masing. Sejauh ini aman, tapi kami imbau lewat RT/RW-nya supaya masyarakatnya juga menjaga agar jangan ada yang terkena setrum (listrik),” ujar Helwin.

Helwin mengatakan sejauh ini belum ada pemadaman arus listrik oleh PLN setempat. Listrik masih mengalir karena dinilai ketinggian maksimal air rob belum sampai ke colokan listrik di rumah-rumah warga.

“Untuk sore ini di jam 15.00 ini, air sudah mulai surut. Jadi ketinggian maksimumnya sudah lewat. Kami juga sedikit agak lebih tenang,” ujar Helwin, dikutip Antara.

Sejauh ini, Kelurahan Pluit belum membuat posko pengungsian, karena belum ada warga yang bersedia pindah. Namun untuk bantuan seperti makanan dan obat-obatan terus dikomunikasikan dengan pihak yang terkait seperti Puskesmas, Suku Dinas Kesehatan, dan Suku Dinas Sosial.

 

Advertisement