Beberapa Pasien Omicron di RSPI Sulianto Saroso Alami Pembekuan Darah

JAKARTA – Ketua Pokja Pinere Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Pompini Agustina Sitompul menyatakan sejumlah pasien terinfeksi varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron di Indonesia mengalami hiperkoagulopati.

Hiperkoagulopati merupakan gangguan yang terjadi pada sistem koagulasi atau pembekuan darah yang dapat bermanifestasi sebagai bekuan darah atau trombus di vena, arteri atau menyeluruh secara sistemik.

Penggumpalan darah memiliki bentuk yang berbeda pada pasien. Dalam kasus yang lebih ringan, gumpalan darah dikaitkan dengan ruam atau bengkak, jari kaki merah. Pada kasus yang lebih parah, gumpalan dapat menyumbat arteri dan menyebabkan emboli paru atau memicu serangan jantung atau stroke.

“Ada beberapa kasus confirm [Omicron] yang memiliki komorbid dan kita lihat juga memiliki tanda mulai muncul hiperkoagulopati, meskipun pasien ini merasa tanpa gejala. Itu yang harus kita tetap waspadai,” kata Pompini dalam acara daring, Kamis (30/12).

Pompini mengatakan, pihaknya telah merawat sejumlah pasien baik yang terkonfirmasi Omicron maupun probable Omicron dari sejumlah pemeriksaan yang didapatkan melalui tes S Gene Target Failure (SGTF).

Namun menurutnya mayoritas pasien memang terkonfirmasi positif Omicron tanpa gejala, dengan sebagian kasus juga mengalami gejala ringan seperti batuk, pilek, dan juga demam.

Ia menambahkan, sebagian pasien terpapar Omicron yang dirawat di RSPI juga terpantau sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

“Kita tetap menempatkan dengan isolasi yang tidak bergabung dengan pasien-pasien bukan pelaku perjalanan. Kemudian kami berikan juga multivitamin, dukungan psikologis, dan rehabilitasi medis,” kata dia, dikutip dari CNNIndonesia.

 

 

Advertisement