
ANGKA penyebaran paparan varian virus Omicron (B.1.1. 529) yang semula didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri, kini juga akibat transmisi lokal yang diprediksi mencapai puncaknya, Februari nanti.
Kasus Omicron pertama kali terdeteksi dari seorang yang baru kembali dari Nigeria pada 27 Nov. 2021, sementara pada Kamis (20/1) lalu tercatat sudah 1.078 kasus, 756 diantaranya pelaku perjalanan luar negeri.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, 90 persen kasus transmisi lokal varian Omicron yang terjadi di Indonesia berasal dari wilayah DKI Jakarta, sehingga ibukota bisa dibilang sebagai front terdepan perang melawan Covid-19.
Mengacu pola penyebaran Covid-19 di sejumlah negara, menurut Gunadi, puncaknya biasanya terjadi setelah 35 sampai 65 hari setelah kasus pertama terdeteksi, sehingga di Indonesia puncak penyebaran varian Omicron diperkirakan terjadi Februari atau Maret mendatang.
Walau tingkat penyebaran varian micron beberapa kali liat dari varian delta yang mendominasi kasus-kasus paparan Covid-19, Menkes meminta warga agar tidak panik, sebab korban yang harus dirujuk ke faskes (RS) hanya 40 sampai 50 persen dari korban varian Delta.
Sebanyak 300 dari sekitar 500 pasien Covid-19 yang terpapar varian virus Omicron, menurut Budi,sudah pulang ke rumah masing-masing dan hanya tiga diantanya yang harus membutuhkan bantuan oksigen.
Dibandingkan puncak serangan Covid-19 pada Juli lalu, angka pertambahan kasus hasrian dan kematian sudah jauh menurun, walau sejak minggu pertama Januari lalu trennya naik lagi akibat munculnya Omicron.
Rekor tertinggi penambahan harian tercatat pada 15 Juli tahun lalu sebanyak 56.577 kasus dan angka kematian tertinggi pada 27 Juli yakni 2.069 orang.
Pada 20/01 tercatat pertambahan harian Covid-19 sebanyak 2.116 kasus menjadi total 4.277.644 kasus dan tujuh kematian menjadi 14199 orang sedang jumlah yang sembuh bertambah 577 orang menjadi 4.121.117 orang.
Selain vaksinasi yang sudah mencapai 60 persen untuk dosis kedua dan 70 persen untuk dosis pertama dari target 208 juta penduduk untuk mencapai herd immunity atau kekebalan massal, para lansia (21 juta orang) dan kelompok rentan juga sudah mulai diberi suntikan vaksin penguat atau booster.
Waspada terus, Covid-19 belum berlalu!




