JAKARTA – Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) yang biasa diperingati pada tanggal 9 Februari, dimana tahun ini diselenggarakan di kota Kendari Sulawesi Tenggara, dan rencananya akan dibuka oleh Presiden Jokowi namun secara virtual karena masih akibat kenaikan Covid-19 yang tinggi.
Isu-isu yang dibahas antara lain ialah strategis pers nasional dan kontribusi pers kepada pembangunan daerah, selain itu ada diskusi mengenai keberlanjutan media, hak-hak penerbit, dan kedaulatan media digital, seperti dikatakan Atal S Depari, Ketua Umum PWI Pusat saat pertemuan bersama Mensesneg.
Nah saya ingin menyoroti sisi keberlanjutan media, berdasarkan hasil Konvensi Media pada 2020 lalu, disepakati bahwa membangun dunia pers sama dengan membangun demokrasi, yang serupa dengan membangun negeri.
Upaya membangun dan memperbaiki ekosistem industri pers nasional harus terus dilakukan. Terutama, mengubah ancaman menjadi tantangan dan peluang. Akan tetapi yang tak kalah penting adalah peningkatan kesejahteraan jurnalis itu sendiri. Dimana peran pemilik industri media disoroti guna membangun ekosistem yang baik dalam dunia pers, selain itu ada juga lembaga-lembaga yang membantu jurnalis seperti misalnya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Lembaga pemerintah non-struktural yang mengelola zakat, infak, sedekah nasional, Baznas menjadi sebuah keniscayaan bagi mustahik sebagai lembaga yang kredibel dengan penyaluran yang memang jelas dan terpercaya. Baznas menjadi sebagai penolong orang-orang yang lemah ataupun yang terdampak pandemi.
Dengan pengelolaan zakat berasaskan: a. Syariat Islam; b. amanah; c. kemanfaatan; d. keadilan; e. kepastian hukum; f. terintegrasi; dan g. Akuntabilitas. Baznas terus membantu para jurnalis di bawah komando Baznas Media Center (BMC) yang di dalamnya mempunyai anggota 150 lebih dari pelbagai media.

Saya jadi teringat akan rukun Islam, dimana hal tersebut merupakan lima tindakan dasar dalam Islam, dan kita anggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman dan merupakan dasar dari kehidupan seorang Muslim.
Disebutkan disana, secara acak saya tuliskan, ada puasa (syaum), solat, haji, membaca syahadat dan yang tak kalah penting, ialah zakat. Dimana dengan zakat, banyak para asnaf banyak yang terbantu. Jurnalis pun termasuk enerima bantuan dari Baznas, apalagi jika berkaca di tengah kondisi seperti ini. Jurnalis atau wartawan juga bisa menjadi seorang mustahik.
Baznas tidak pandang bulu dalam menolong orang, semua lini kehidupan dibantu, mulai dari program pendidikam, pemberdayaan, kesehatan, sampai jurnalis merangkul jurnalis, dimana ketika pandemi datang tepatnya 2020, Baznas berikhtiar membantu jurnalis filantropi dengan harapan inginnya menjadikan seorang mustahik menjadi muzzaki di kemudian hari.
Yang terbaru, Baznas memberikan program bantuan usaha ZChiken melalui tangan-tangan Jurnalis sehingga kalau menurut saya Jurnalis menjadi wasilah dari para mustahik. Sebuah gebrakan yang menarik kalau menurut saya, karena kita para jurnalis bisa menyodorkan saudara kita yang kekuarangan ataupun siapapun yang membutuhkan. Ada nilai sosial experience dan juga pahala lillahita’ala yang terkandung disana.

Bantuan yang diberikan dalam program ZChicken berupa gerobak, peralatan memasak, bahan baku, dan paket promosi. Selain itu, Baznas bekerja sama dengan ahli untuk memberikan pelatihan khusus terkait teknis pembuatan dan manajemen usaha.
Baznas hari ini tepat juga meluncurkan 1.000 ZChicken untuk dikelola para mustahik di Pulau Jawa, demi mengangkat perekonomian keluarga dan mendorong kesejahteraan mustahik. ZChicken merupakan salah satu program pemberdayaan Baznas dengan konsep usaha ayam krispi yang berkelanjutan dengan pangsa pasar yang luas.
Penyaluran bantuan ini menambah daftar ZChicken binaan Baznas, yang sebelumnya telah berjalan sebanyak 245 outlet dan berhasil meningkatkan perekonomian keluarga mustahik di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Peluncuran 1.000 Program ZChicken dilakukan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Senin (7/2), dengan dihadiri Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA; Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA; Ketua Baznas Jateng, KH. Ahmad Darodji; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, beserta jajarannya.





