Hadir di G20, DD Berikan Resolusi Upaya Peningkatan Bantuan Kemanusiaan

BALI – Dompet Dhuafa memberikan resolusi dalam upaya peningkatan bantuan terhadap krisis kemanusiaan melalui acara Civil-20 atau C20 dengan tema “Strategi untuk mencapai SDGs dalam Kesehatan dan kemanusiaan Melalui Bantuan Pendanaan G20″

Diketahui perhelatan G20 atau The Group of Twenty Finance Ministers and Central Bank Governors  telah dilaksanakan di di Conrad Hotel, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, acara ini berlangsung pada Rabu (9/3/2022).

Dalam acara tersebut hadir berbagai tokoh kemanusiaan dari berbagai negara seperti Rachel Ong sebagai Co-coordinator of C20 Vaccine Access and Global Health Working Group, Masaki Inaba dari Japan CSO Network on Global Health, Syamsul Ardiansyah selaku Coordinator of C20 SDGs and Humanitarian WG, Jyotsna Mohan dari Asia Development Alliance, dan Pungkas Bahjuri Ali dari Bappenas.

Pada kesempatan tersebut, Syamsul Ardiansyah menyampaikan dalam paparan materinya bahwa G20 perlu bertindak terhadap keadaan krisis kemanusiaan yang terjadi di dunia, hal tersebut lantaran belum optimalnya bantuan pendanaan yang ada. Pasalnya, catatan Humanitarian Insight 2022 krisis kemanusiaan yang terjadi terdapat 241 Juta Jiwa yang membutuhkan bantuan kemanusiaan dengan ekspetasi dana sebesar 42,25 Miliar USD akan tetapi yang baru terpenuhi hanya sekitar 1,25 Miliar USD saja.

“Mengutip Piagam Kemanusiaan yang sering kali kita (organisasi kemanusiaan) gunakan, bahwa manusia yang terdampak dalam bencana atau konflik memiliki hak untuk menerima dua hal meliputi perlindungan, dan perlindungan mendasar untuk kehidupan yang bermartabat,” jelas Syamsul Ardiansyah dalam kesempatannya tersebut.

Selain itu Syamsul menambahkan, G20 seharusnya dapat memperkuat bantuan pendanaan berdasarkan Humanitarian Development Nexus sebagai upaya penyelesaian yang tidak hanya bersifat sementara tetapi memiliki efektivitas dalam jangka panjang. “Kami Harap G20 dapat menurunkan biaya Remittance sebanyak 3% agar memungkinkan bantuan kemanusiaan dipenuhi melalui bantuan eksternal,” pungkas Syamsul.

Senada dengan penyampaian dari Syamsul Ardiansyah, Rachel Ong melalui sambungan daring juga menyatakan perlu adanya upaya kemitraan dari setiap lembaga kemanusiaan untuk meningkatkan efektivitas dalam pendanaan dan pemberian bantuan terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi.

“Kebutuhan Utama Kemanusiaan seperti Kesehatan dan Kesejahteraan beriringan dengan upaya perdamaian keadilan dan kuatnya bantuan institusi terkait. Betapa pentingnya membangun kemitraan dalam upaya penegakan nilai-nilai kemanusiaan khususnya kesehatan,” terang Rachel Ong.

Pemerintah yang dalam hal ini Bappenas mengharapkan adanya keterlibatan masyarakat dalam usaha untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan. Bukan hanya bantuan kemanusiaan, Pungkas Bahjuri Ali yang sekaligus Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas sadar betul kesehatan dan kebutuhan akan makan juga harus ditingkatkan. “Masyarakat Sipil memiliki peran penting dalam upaya realisasi bantuan kemanusiaan seperti soal kesehatan dan kebutuhan makan,” tutur Pungkas Bahjuri Ali, dikutip dari dompetdhuafa.org.

Advertisement