Bukan Toga Biasa

Foto bersama para wisudawan, 29 Guru Peserta School of Master Teacher (SMT) Dompet Dhuafa Singgalang, dalam penutupan Program SMT Wilayah Tanah Datar di Aula Kantor Bupati Tanah Datar Lantai II pada Minggu (1/5) lalu. (ist)

TANAH DATAR-Semarak peringatan hari pendidikan nasional tak kalah meriah digelar oleh 29 guru peserta School of Master Teacher (SMT). Sehari sebelum peringatan hari pendidikan nasional, Minggu (1/5), para guru  perwakilan 11 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) tiap Kecamatan di Tanah Datar ini resmi di wisuda menyandang Gelar ‘Guru Transformatif’.

Bukan toga biasa yang mereka kenakan, toga tersebut merupakan buah kreativitas yang dirancang khusus para guru SMT dalam menyambut penutupan program SMT wilayah Tanah Datar, di Aula Kantor Bupati Tanah Datar Lantai II.

SMT merupakan program perkuliahan selama empat bulan untuk para guru yang lulus seleksi, untuk melahirkan generasi guru berkarakter 3 P (Pendidik, Pengajar, dan Pemimpin). Merupakan fasilitas yang diberikan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa bagi para guru di daerah-daerah seluruh Indonesia untuk mengedepankan karaktek pendidik sebagai media tranfer ilmu bagi generasi bangsa.

Di Tanah Datar, Program SMT telah berlangsung semenjak Januari hingga April kemarin. Merupakan gelaran ke-empat setelah pelaksanaan sebelumnya di Padang, Payakumbuh, dan Dharmasraya untuk wilayah Sumatera Barat.

Program ini mendapat sambutan baik oleh berbagai jajaran di Kab. tanah Datar. Mulai dari Dinas Pendidikan, Kementrian Agama (Kemenag), bahkan, Masing-masing Kepala Sekolah para guru peserta SMT hingga UPTD Pendidikan tiap kecamatan di Tanah Datar tampak turut menghadiri gelaran wisuda ini.

“Semoga para guru SMT yang telah diwisuda senantiasa memiliki semangat dalam upaya terus membentang kebaikan, tak lelah berkreasi dan berinovasi dalam mengajar, serta transfer dan sharing ilmu antar sesama guru baik di sekolahnya sendiri maupun lingkup dunia pendidikan yang lebih besar,” sambut Koordinator SMT wilayah Sumbar, Rizki Ikhwan, yang didampingi koordinator lainnya, Tryas Wardani Nurwan.

Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar kabupaten Tanah Datar, Bedrul, turut menyatakan apresiasi Dinas Pendidikan Tanah Datar terhadap program SMT.

“Dinas akan selalu memberikan dukungan kepada semua pihak yg selalu turut serta memajukan pendidikan khususnya di Tanah Datar, dan diharapkan para guru yang telah ikut, jangan malu-malu untuk terjun dan berkiprah di kecamatannya masing-masing,” sambut beliau.

“Marilah kita majukan pendidikan dengan mengedepankan iman dan akhlak. Kemenag juga turut senang dan berbangga dengan program besar yang diangkatkan Dompet Dhuafa ini. Sukses terus untuk Dompet Dhuafa Singgalang,” timpal Kepala Kemenag Tanah Datar, Maliki, Ma.

Tak hanya Kemenag dan Dinas Pendidikan, perwakilan Komandan Komando Distrik Militer (KODIM) Tanah Datar yang turut menjadi mitra dalam penyelenggaraan Military Supercamp dalam rangka melatih ketangkasan dan semangat bela negara para guru peserta SMT, menyatakan kesiapan mereka dalam mendukung agenda pendidikan Dompet Dhuafa.

“Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam kegiatan bela negara. Teruslah berjuang wahai pejuang pendidikan Tanah Datar. Kita mesti trus bersatu padu dan terus besinergi. Kami akan selalu juga selalu siap membantu,” paparnya.

Nilai dan semangat yang didapatkan selama perkuliahan, bahkan menjadi proyek sosial jangka panjang bagi para peserta SMT. Mereka telah menggagas metode bagaimana melakukan upaya transfer ilmu antar sesama guru didaerah Tanah Datar atas bekal yang mereka terima dari program SMT.

“Bahkan, seusai pelaksanaan SMT ini, mereka sangat bersemangat untuk mendirikan rumah pintar dan pojok baca di rumah masing-masing, bentuk pengabdian mereka bagi masyarakat sebagai Guru Transformatif,” ungkap Rizki.

Rizki membubuhkan, bentuk kegiatan lain nantinya juga melibatkan alumni SMT dan Sekolah Guru Indonesia (SGI), akan ada kegiatan trainer for trainer (TFT), teacher development program (TDP), kegiatan literasi di sekolah dan rumah masing-masing berupa pendirian pojok baca atau rumah pintar.

“Kami sangat beruntung sekali menjadi bagian dari keluarga kecil SGI. Semoga ilmu yang didapat berguna dan bisa diaplikasikan, baik untuk pribadi, maupun ditularkan pada yang lain,” pungkas salah satu peserta SMT, Ade Novianti, S.Pd. – nisa

Advertisement