
NINGEN, mahluk raksasa mirip manusia dengan tinggi antara 20 sampai 30 meter, berkulit halus dan berwarna putih, konon sejak lama diketahui sebagai penghuni Antartika, Kutub Selatan.
Inf.news dalam laporannya yang dikutip Kompas.online (24/4) menyebutkan, keberadaan Ningen yang berjalan tegak dengan kedua kaki dan memiliki lima jari pada masing-masing kakinya, dikabarkan sempat terlihat dua kali oleh manusia.
Ada yang menyebut Ningen makhluk hidup, tetapi ada juga yang berpendapat, monster tersebut ciptaan manusia, ada juga yang menganggapnya mahluk dari luar planet atau dari dasar bumi.
Majalah Jepang, Mu yang membahas fenomena supranatural pada November 2007 menduga, Ningen adalah organisme buatan yang diam-diam diciptakan oleh ilmuwan Jepang dan ditempatkan di Antartika.
Saat itu beberapa orang curiga terhadap proyek penelitian ikan paus yang dilakukan oleh Pemerintah Jepang dan meyakini Ningen merupakan makhluk baru yang diciptakan mereka.
Ningen pun diduga sempat muncul di Google Maps yang tampak seperti lumba-lumba, namun hingga kini belum ada foto dan video yang secara jelas memperlihatkan sosok tampilan Ningen.
Pemerintah Jepang sendiri belum memberikan tanggapan yang pasti, sementara keberadaan Ningen dilaporkan oleh orang-orang yang menuturkan kisahnya.
Pada Februari 1992, sebuah kapal nelayan asal Chile berlayar di perairan Selat Drake di ujung selatan Argentina yang sangat dekat dengan ujung utara benua Antartika.
Seorang pelaut muda di kapal nelayan berdiri di geladak sisi kiri kapal sambil merokok, tiba-tiba ia menyaksikan kelebatan bayangan gelap di bawah air, lalu naik ke permukaan.
Ketika pelaut itu membungkuk dan melebarkan bola matanya untuk mencari tahu, obyek yang tidak dikenal tersebut berenang dengan cepat ke arah kapalnya.
Obyek besar itu semakin dekat. Di bagian yang terkena permukaan air tampaknya memiliki kulit putih, dan ada dua kaki depan atau sirip yang besar dan kuat bergoyang dengan cepat.
Saksi mata melihat kepala sosok mahluk itu yang terlihat persis seperti wajah manusia dan saking ketakutannya ia berteriak “Monster laut!”, dan diduga ketakutan, obyek itu pun dengan cepat menyelam ke dalam lautan Antartika yang gelap.
Anggota kru senior di kapal nelayan itu menghibur si pelaut yang ketakutan dan mengatakan bahwa ini hanya paus pembunuh yang hidup di Antartika yang naika ke permukaan untuk bernapas.
Akan tetapi pelaut muda itu ragu, mengapa paus pembunuh memiliki wajah dan tidak memiliki sirip punggung saat muncul ke permukaan, dan bukankah warna paus pembunuh hitam dan putih?.
Isu tentang munculnya monster laut di Selat Drake pun menyebar dengan cepat di antara sesama kru kapal nelayan itu.
Sementara tim ekspedisi Jepang terkepung badai salju di Antartika pada 2002 harus tinggal di kamp sepanjang hari untuk merekam data yang dikumpulkan.
Saat cuaca semakin larut, angin dan salju kian kencang. Tiba-tiba, orang-orang merasakan getaran hebat dari lapisan es di bawah kaki mereka, seperti sejenis raksasa yang perlahan mendekati. Anggota tim kemudian melihat keluar kamp melalui jendela, tetapi pemandangan di depan mereka tiba-tiba membuat semua orang merasa ketakutan.
Saksi mengaku melihat sosok samar-samar bertubuh besar muncul dari kedalaman es dan salju. Obyek tersebut memiliki anggota badan seperti manusia dan tingginya lebih dari 30 meter.
Monster tersebut sepertinya tertarik dengan cahaya lampu yang muncul dari kamp tersebut dan perlahan-lahan bergerak mendekatinya, namun para peneliti yang ketakutan langsung mematikan semua sumber cahaya.
Dalam kegelapan, makhluk besar itu berputar-putar di sekitar kamp seolah mencari sesuatu. Butuh sepuluh menit penuh sebelum dia perlahan meninggalkan kamp.
Setelah itu para peneliti menolak tinggal di kamp karena mereka sangat ketakutan, dan penelitian pun terpaksa dihentikan.
Bertahun tahun kemudian sampai hari ini kisah tentang mahluk Ningen tetap misteri, terkubur di telan waktu tanpa ada kelanjutannya. Wallahualam! (Infonews/Kompas online/ns).




