BOGOR – Dompet Dhuafa mengadakan acara Halal Bi Halal (HBH) bagi segenap insan Dompet Dhuafa di kawasan pemberdayaan terpadu Dompet Dhuafa, Zona Madina, Jl. Raya Parung, Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (25/5).
Hala Bi Halal ini menjadi pertama kalinya setelah pandemi covid-19 melanda, dan tema yang dipilih Dompet Dhuafa pada HBH kali ini adalah “Bersihkan Hati, Kuatkan Silaturahmi”.
Ketua panitia HBH 1443 Dompet Dhuafa, Yayat Supriyatna menyebutkan, untuk menyemarakkan acara ini, panitia mengajak seluruh insan Dompet Dhuafa untuk menunjukkan pakaian adat masing-masing daerah.
“HBH ini pada dasarnya merupakan puncak aktivitas program Dompet Dhuafa selama Ramadan. Berbagai program telah banyak digulirkan selama Ramadan dengan tagline #JadiManfaat. Dalam situasi yang belum sepenuhnya kondusif, namun para amil Dompet Dhuafa telah melakukan banyak sekali program-program dan aksi-aksi kebaikan. Hasilnya pun tercatat mengalami kemajuan yang tentu lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” terang Yayat.
Dengan mengenakan pakaian adat Sunda Baduy, Yayat Supriyatna mengajak setiap insan Dompet Dhuafa untuk lebih memperkuat ikatan silaturrahmi baik amil, muzakki, maupun mustahik.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Rahmad Riyadi, menyampaikan, pada HBH ini, para insan Dompet Dhuafa bersyukur dapat berkumpul dan menjalankan aktifitas ini setelah 2 tahun pandemi.
Apa yang sudah dicapai selama satu bulan Ramadan, menjadi kebanggaan bagi Dompet Dhuafa maupun bagi para muzakki, munfik dan mustahik. Ia lanjut membeberkan, Dompet Dhuafa pusat dari sisi penghimpunan telah berhasil menghimpun sebanyak 91,6 M, artinya naik sebesar 31,29% dari tahun sebelumnya. Sedangkan cabang di seluruh Indonesia, berhasil terkumpul sebanyak 20,3 M dengan kenaikan sebesar 4,47%. Jika ditotal maka Dompet Dhuafa pusat maupun cabang berhasil menghimpun sebanyak 114,7 M, dengan kenaikan 13,9%.
Selain itu, di bidang penyaluran, Dompet Dhuafa mengadakan program Food for Dhuafa yang berhasil menyalurkan kepada 25.776 jiwa penerima manfaat, selanjutnya ada program tebar paket berbuka dengan 13.576 penerima manfaat, Tebar Zsakar Fitrah dengan 116.547 penerima manfaat, santunan yatim dan dhuafa kepada 3.183 penerima manfaat, THR untuk Guru sebanyak 166 penerima manfaat, Sedekah Alquran kepada 3.794 penerima manfaat, bersih-bersih masjid sebanyak 8 masjid, Gerebek Kampung Ramadan di 3 kampung dengan total 815 penerima manfaat, borong dagangan mustahik dengan 969 penerima manfaat, layanan kesehatan dengan 3.978 penerima mafaat, program pendidikan mencakup 13.796 jiwa penerima manfaat, dan posko mudik terpadu yang melayani 9.414 penerima manfaat.
Dengan mengenakan rumbai-rumbai kepala khas masyarakat Papua, Rahmad Riyadi menyampaikan laporan pencapaian Dompet Dhuafa selama Ramadan 1443.
Dompet Dhuafa juga sekaligus menggelar pameran produk-produk pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa. Produk-produk seperti buah segar, kripik zomeo, bakso, jus dan lainnya dihidangkan sebagai menu makanan bagi para tamu yang hadir.
“Saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang sudah berupaya keras. Saya kira apa yang kita lakukan ini merupakan lingkaran kebaikan, saya yakin Dompet Dhuafa semakin bertambah usia semakin berkembang besar dan semakin luas menyebar manfaat,” ujar pak Riyadi, dikutip dari dompetdhuafa.org.
Acara perekatan silaturrahmi insan Dompet Dhuafa ini juga dihadiri oleh Inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa, Parni Hadi. Menurutnya, pada gari itu ia merasa sangat menjadi orang Indonesia. Pasalnya semua yang hadir pada acara ini mengenakan berbagai macam pakaian adat dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.
Parni Hadi selaku Inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa memberikan arahan kepada anak-anak binaannya untuk terus memberikan yang terbaik untuk lembaga. Pada kesempatan itu, PH dengan bangga mengalungkan kain lurik di lehernya yang merupakan hasil pemberdayaan Dompet Dhuafa
“Hari ini saya merasa lebih Indonesia. Setiap orang yang hadir di sini memakai busana adat daerahnya masing-masing namun masih tetap menjaga aturan agama Islam. Indonesia itu islami, itulah harapan kita semua,” ucap Parni.
Tercatat pada hari itu, sebanyak lebih dari 500 hadirin dari insan Dompet Dhuafa datang menyemarakkan dengan pakaian adatnya masing-masing. Acara juga diikuti oleh seluruh cabang Dompet Dhuafa se-Nusantara bahkan cabang mancanegara. Ke depannya HBH Dompet Dhuafa ini akan menjadi sebuah tradisi yang paten sebagai ajang lebaran para insan Dompet Dhuafa.





