Air untuk Kehidupan Warga Desa Gili Gede Indah dan Desa Sekotong Timur

LOMBOK – Disaster Management Center Dompet Dhuafa mengajak masyarakat dalam program Air untuk Kehidupan dengan menghadirkan sumber air bersih baru bagi wilayah Desa Gili Gede Indah dan Desa Sekotong Timur di Dusun Bun Beleng.

Ajakan tersebut dikampanyekan DMC Dompet Dhuafa melalui tautan https://donasi.dompetdhuafa.org/dmcairkehidupan/.

Dalam bulletin “Analisis Hujan Agustus 2021 dan Prakiraan Hujan Oktober, November, dan Desember 2021” yang disusun oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah seperti NTB termasuk dalam wilayah yang akan mengalami curah hujan kurang dari 200 mm/bulan.

Artinya curah hujannya dalam kategori menengah ke bawah, satu milimeter hujan berarti air hujan yang turun di wilayah seluas satu meter persegi akan memiliki ketinggian satu milimeter jika air hujan tidak meresap, mengalir, atau menguap.

Saat ini ketersediaan air sudah tergolong langka hingga kritis di sebagian besar wilayah Pulau Jawa dan Bali. Diperkirakan luas wilayah kritis air meningkat dari 6 persen (2000) menjadi 9,6 persen (2045), yang mencakup wilayah Sumatera bagian selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi bagian selatan.

Kemudian dalam Climate Early Warning System milik BMKG mencatat wilayah Indonesia bagian Timur akan mengalami curah hujan yang tidak menentu. Sekaligus memberikan peringatan akan kekeringan meteorologis di Indonesia wilayah Timur, termasuk juga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Secara iklim Gili Gede memiliki curah hujan ± 2000 mm/tahun namun air bersih bagi masyarakat Desa Gili Gede masih menjadi masalah utama, bagaimana tidak sumber air seperti sumur galian memang tersedia namun sumber air ini tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari (Air Minum dan Memasak) karena sumber air ini payau.

Saat ini sebanyak 469 KK/1424 jiwa tinggal dan menetap di Desa Gili Gede Indah yang merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari dataran dan pegunungan. Dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, petani dan peternak (245 orang).

Pulau Gili Gede Indah sendiri termasuk wilayah yang diminati wisatawan, karena menyediakan fasilitas penunjang bagi wisatawan yang paling lengkap. Di sini sudah tersedia penginapan, warung makan, musala, toilet, penyewaan perahu, penyewaan alat snorkeling dan diving serta wahana air lainnya.

Namun naasnya, ada satu masalah besar di Gili Gede Indah, yakni sumber air bersih. Meski ada 240 penampung air hujan dan sumur gali. Semua sumur tersebut tidak layak konsumsi, karena airnya mengandung garam yang tinggi atau dalam kondisi payau.

Satu-satunya dusun di Gili Gede Indah hanya di Dusun Tanjungan saja yang memiliki sumber air bersih. Sedangkan Dusun Gedang Siang, Dusun Labuan Cenik, Dusun Gili Gede, dan Dusun Orong Bukal mengandalkan ai bersih yang dijual keliling atau harus menyebrang pulau ke Dusun Tembowong.

Rincian kebutuhan dan harga air yang biasa dibeli mencapai Rp150.000 – Rp300.000. Dalam seminggu biasanya 3 (tiga) sampai 4 (empat) gallon air, yang digunakan untuk minum dan memasak. Air gallon isi ulang biasanya ditakar dengan harga Rp11.000-Rp15.000 sedangkan air pabrik mencapai Rp21.000-Rp25.000. Sedangkan untuk kebutuhan mandi dan cuci warga masih menggunakan air sumur yang payau.

Namun, jika mempertimbangkan jumlah rumah tangga yang termasuk dalam kategori kurang mampu ada 198 rumah tangga. Maka sebanyak 42 persen warga Desa Gili Gede Indah dalam keadaan ekonomi yang rendah. Menambah kesulitan tersendiri ketika ingin membeli pasokan air bersih.

Dengan Air untuk Kehidupan, DMC bermaksud membuat sumber mata air bersih baru atau pembuatan pipanisasi dari mata air terdekat. Kemudian dialirkan menuju tempat penampungan komunal warga setempat. Dengan demikian masyarakat akan terpenuhi hak akan sanitasi air yang bersih, dan mereka tidak harus khawatir apabila terjadi kekeringan ataupun tidak ada air hujan.

Saat ini Dompet Dhuafa melalui unit Divisi Kesehatan telah membuat program intervensi di bidang kesehatan yang bernama Kawasan Sehat di Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kawasan Sehat sudah beroperasi mulai dari Oktober 2019.

Melalui Kawasan Sehat, Dompet Dhuafa akan berupaya untuk memberikan program peningkatan kesehatan ibu dan baduta, eliminasi stunting, pengelolaan pasien TBC, pengeloaan penyakit tidak menular, sanitasi yang baik, lingkungan hijau produktif, dan sehat mental spiritual.

“DMC Dompet Dhuafa akan mengoptimalisasi Komite Air atau penanggung jawab dalam pelestarian sumber air bersih di wilayah Gili Gede Indah. Serta penyediaan sarana akses air bersih melalui pembuatan sumur bor dan pipanisasi serta pembangunan sarana sanitasi MCK yang layak dan memadai,” terang Haryo Mojopahit selaku Chief Executive DMC Dompet Dhuafa, seperti dilansir dmcdompetdhuafa.org.

 

 

 

 

Advertisement