Mangrove Jadi Benteng Alami Pesisir Pacitan dari Ancaman Abrasi dan Tsunami

JAKARTA, KBKNEWS.id — Mangrove kini menjadi benteng alami bagi pesisir selatan Pacitan dari ancaman abrasi dan tsunami melalui pembangunan Taman Edukasi Mangrove di Pantai Teban, Dusun Tawang Wetan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kawasan yang diresmikan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa pada 29 April 2026 itu dibangun sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayah pesisir yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa dan tsunami.

Taman edukasi tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran lingkungan bagi masyarakat dan anak-anak sekolah. Salah satunya siswa TK Sari Mulya yang diajak mengenal fungsi mangrove secara langsung melalui jalur bambu dan kayu di tengah kawasan mangrove.

Guru pendamping TK Sari Mulya, Sri Wahyuni, mengatakan edukasi tersebut penting untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

“Anak-anak dikenalkan dengan mangrove dan manfaatnya bagi kehidupan manusia. Semoga mereka semakin peduli dan mencintai lingkungan,” ujarnya.

Staf Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, Abdul Azis, menjelaskan taman edukasi mangrove merupakan bagian dari Program Kawasan Tanggap dan Tangguh Bencana (KTTB) di Desa Sidomulyo yang menjalankan 12 indikator Tsunami Ready.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami untuk meredam gelombang besar sekaligus mengurangi risiko abrasi di kawasan pesisir.

“Wilayah Sidomulyo memiliki ancaman nyata gempa dan tsunami. Mangrove menjadi salah satu bentuk mitigasi untuk mengurangi risiko bencana,” kata Abdul Azis.

Setelah diresmikan, pengelolaan taman diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidomulyo. Kawasan tersebut juga dimanfaatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai ruang edukasi mitigasi berbasis masyarakat.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Pacitan, Prayitno, menyebut keberadaan taman mangrove mulai memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui tumbuhnya UMKM dan meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Taman ini bukan hanya mencegah abrasi laut, tetapi juga menjadi destinasi wisata baru di Pacitan,” ujarnya.

Selain memperkuat mitigasi bencana, kawasan mangrove di Pantai Teban juga diharapkan mampu menjaga ekosistem pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor wisata dan usaha kecil.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here