Dahsyatnya Wakaf: 1 Kali untuk 1.400 Tahun

Sumur wakaf Utsman bin Affan di Madinah. (Foto: tabungwakaf.com)

“Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah: ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya di waktu sehat dan semasa hidupnya, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia.”

(HR Ibnu Majah dan Baihaqi)

JAKARTA – Jika mendapat kesempatan, maukah melakukan amalan yang bisa terus bermanfaat untuk banyak orang hingga 1.000 tahun lebih?

Hal ini sungguh-sungguh telah terjadi dan dibuktikan oleh Khalifah Utsman bin Affan. Sudah 1.400 tahun lebih dari masa kehidupannya, satu amalan kebaikan yang dilakukan beliau saat hidup terus bermanfaat dan beranak pinak hingga kini.

Apa yang kiranya telah dilakukan oleh sang khalifah sehingga satu kali melakukan amalan bisa terus bermanfaat hingga lebih dari 1.000 tahun kemudian?

Rupanya, beliau mewakafkan sumber air untuk penduduk Madinah. Inilah kisah selengkapnya.

Saat itu kota Madinah sedang mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih, sehingga satu-satunya sumber air yang tersisa hanyalah Sumur Raumah milik seorang Yahudi. Penduduk Madinah harus rela antre dan membayar mahal untuk mendapatkan air dari sumur ini.

Rasulullah SAW yang prihatin melihat kondisi ini kemudian bersabda: “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR Muslim)

Utsman bin Affan radiyallaahu ‘anhu segera bertindak cepat, ia mendatangi Yahudi pemilik Sumur Raumah itu dan melakukan negosiasi. Namun, meski ditawar dengan harga tinggi, Yahudi tersebut enggan menjual penuh sumur itu karena khawatir kehilangan sumber penghasilannya.

Utsman tak kehabisan akal, ia memberi ide untuk membeli setengah sumur tersebut seharga puluhan ribu dirham (miliaran rupiah), dengan pembagian satu hari sumur itu miliknya, satu hari selanjutnya milik si Yahudi tersebut. Yahudi itu pun setuju.

Utsman segera mengumumkan pada penduduk Madinah yang mau mengambil air di Sumur Raumah untuk mengambil secara gratis tanpa bayaran. Karena, hari itu sumur adalah milik dirinya.

Ia mengimbau kepada penduduk untuk mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari karena esok harinya sumur tersebut bukan miliknya lagi.

Sang Yahudi kemudian menyadari sumur miliknya sepi pembeli karena para penduduk sudah memiliki persediaan air untuk 2 hari. Ia pun menawarkan Utsman untuk membeli setengah lagi sumur tersebut dengan harga total keseluruhan 20.000 dirham (sekitar Rp5 miliar).

Sumur Raumah pun menjadi milik Utsman sepenuhnya. Ia kemudian mewakafkannya untuk kaum muslimin.

Setelah itu, daerah di sekitar sumur tersebut menjadi subur dan ditumbuhi pohon kurma, yang kemudian dipelihara oleh Daulah Utsmaniyah hingga makin berkembang. Kemudian, dipelihara oleh Pemerintah Saudi.

Selanjutnya, Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar, setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan.

Rekening tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf. Sampai pada akhirnya, jumlah uang dalam rekening dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi, yang kemudian dibangun hotel berbintang lima di tanah atas nama Utsman bin Affan. Masya Allah.

Inilah hasil perniagaan Utsman dengan Allah yang tak pernah membawa kerugian. Bahkan hingga kini, setelah 1.400 tahun lebih, rekening atas nama Utsman bin Affan tersebut masih ada dan terus-menerus menghasilkan manfaat yang beranak pinak.

Jika kita mendapat kesempatan, bersediakah berwakaf untuk kemaslahatan umat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh khalifah Utsman bin Affan tersebut? Semoga Allah mampukan kita. (tabungwakaf.com)

Advertisement