YOGYAKARTA – Gajah jantan bernama Panamtu, hewan koleksi objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, mengamuk dan menewaskan drh Oktavia Esti Wara Hapsari, 25 tahun.
Keberadaannya hewan seberat sekitar 5,5 ton tersebut di tempat ini bertujuan untuk menghibur warga sekaligus menarik minat wisatawan agar berkunjung ke WGM.
Panamtu berada di WGM sejak akhir bulan April lalu. Ia sebelumnya didatangkan dari objek wisata Guci Kabupaten Tegal bersama pasangan gajah betina, Sari. Pengambilan sepasang gajah dari Guci Tegal ini selain karena bantuan BKSDA Jateng juga karena WGM Wonogiri kini sudah mengantongi ijin sebagai Lembaga Konservasi (LK).
Dengan adanya gajah Panamtu dan Sari ini pihak WGM harus menanggung pengeluaran sekitar Rp 250 juta pertahun. Pasalnya untuk biaya perawatan serta pakan ratusan satwa WGM saja selama ini sudah menelan dana Rp 150 juta lebih. Khusus untuk merawat dan pakan gajah Panamtu dan Sari setidaknya butuh biaya Rp 100 juta sehingga total harus disiapkan Rp 250 juta setahun.
Seperti diberitakan Kedaulatan Rakyat, Panamtu mengamuk Rabu (11/05/2016) saat tengah dilatih pawang yang didampingi seorang dokter hewan. drh Oktavia yang tengah mendokumentasikan kondisi kesehatan Panamtu. Ketika sang dokter sedang memotret menggunakan ponselnya malah diserang hewan berbelalai panjang tersebut.
drh Oktavia diseruduk dengan menggunakan gading lalu tubuhnya diinjak Panamtu hingga akhirnya dokter muda tersebut tewas. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo yang mendengar adanya musibah tersebut menyatakan rasa belasungkawanya. “Ini murni sebagai kecelakaan tugas, kami prihatin,” tuturnya.





