Puluhan Anak di Gambia Meninggal Diduga akibat Konsumsi Paracetamol

JAKARTA – Sedikitnya 66 anak berusia lima bulan hingga empat tahun di Gambia dilaporkan meninggal karena ginjal akut, akibat konsumsi sirup paracetamol.

Kementerian Kesehatan Gambia telah meminta rumah sakit untuk berhenti menggunakan sirup parasetamol. Kementerian  dalam laporan pada 8 Agustus, tidak menyebutkan secara rinci kapan mereka meninggal.

“Kami memiliki bukti klinis untuk mencurigai sirup parasetamol mungkin salah satu penyebabnya,” kata Mustapha Bittaye, direktur layanan kesehatan, kepada AFP.

Dia menyarankan pada stafnya tentang obat-obatan untuk diberikan sambil menunggu kesimpulan dari penyelidikan.

Dalam sebuah surat yang dikirim ke direktur kesehatan regional negara itu, kepala eksekutif rumah sakit, dan klinik minggu ini, Bittaye mengutip E. coli sebagai kemungkinan penyebab lain, dan mendesak para pejabat untuk mendorong mencuci tangan di institusi mereka, serta mengganti tablet parasetamol dengan sirup.

Polisi di Gambia pada hari Sabtu mengumumkan bahwa mereka meluncurkan penyelidikan atas kematian puluhan anak, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas obat-obatan impor yang memicu kematian anak gambia paracetamol.

Dilansir CNN, WHO pada hari Rabu mengeluarkan peringatan atas empat sirup obat batuk dan pilek yang dibuat oleh Maiden Pharmaceuticals di India atas kemungkinan hubungan dengan kematian tersebut.

Advertisement