G20 Bali: Ditunggu, Kehadiran Putin dan Biden

Kehadiran Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT G20 di Bali, 15-16 Nov. nanti diharapkan akan melancarkan solusi persoalan global seperti resesi akibat kenaikan harga pangan dan energi sebagai dampak Perang Rusia dan Ukraina serta isu-isu bersama lainnya.

KEHADIRAN  dua pemimpin dunia, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT G20 yang akan digelar di Bali, 15 – 16 November diharapkan membuka asa baru konflik Rusia – Ukraina.

Dubes Rusia untuk RI, Lyyudmila Vorobieva dalam jumpa pers di Jakarta (12/10) dengan kalimat berhati-hati menyebutkan, “tak tertutup kemungkinan” Presiden Putin akan hadir dalam KTT G20 di Bali.

Namun, kepastian kehadiran Putin, lanjutnya, akan diputuskan menjelang pertemuan akbar 20 pemimpin negara itu nanti, tergantung situasi geopolitik global.

Persiapan-persiapan mengenai kemungkinan kehadiran Putin dalam KTT G20 di Bali nanti termasuk akomodasi dan keamanan sejauh ini juga sudah dilakukan bekerjasama dengan pemerintah RI.

Pertanyaan terkait kemungkinan kehadiran presiden Rusia tersebut dalam KTT20 di Bali muncul setelah pernyataan Presiden AS Joe Biden sebelumnya yang menyebutkan, ia tidak mengesampingkan peluang untuk berbicara dengan mitranya, Putin.

Dubes AS untuk RI, Sung Yong Kim dalam kunjungan kehormatan pada Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta (11/10) sendiri sebelumnya juga sudah mengonfirmasi rencana kehadiran Biden di KTT G20 Bali.

Sebaliknya, dalam wawancara dengan CNN, Rabu (11/10), Presiden Biden mengatakan, ia tidak berniat untuk berbicara dengan Presiden Putin, namun jika presiden Rusia itu menyambanginya dan ingin membicarakan pembebasan bintang basket AS yang ditahan, Brittney Griner, ia akan bersedia.

Pebasket WBA puteri berusia 31 tahun itu dihukum penjara selama Sembilan tahun  oleh Rusia setelah saat tiba di negara beruang merah itu di bagasinya kedapatan dua katrid vape berisi minyak ganja.

Saling Tunggu

Sebaliknya, Dubes Rusia untuk RI, mengutip keterangan Sekretaris Presiden Rusia mengatakan, bila ada permintaan dari Presiden AS untuk bertemu dengan Presiden Putin di sela-sela G20 Bali, akan dipertimbangkan.

Namun sejauh ini belum ada inisiatif untuk melakukan pertemuan, baik  dari pihak AS mau pun Rusia.

Kehadiran kedua pemimpin negara adi kuasa itu, tentu menambah bobot KTT G20 Bali, apalagi jika mereka membahas isu solusi damai Perang Rusia dan Ukraina yang terus bereskalasi sejak invasi Rusia ke negara tetangganya itu, pada 24 Feb.

Perang semakin sengit, setelah Rusia menganeksasi empat wilayah Ukraina di Luhanks, Donetsk, Zaporizhia dan Kherson melalui referendum sepihak beberapa pekan lalu.

Rusia menghujani kota-kota di Ukraina dengan rudal dan roket dari udara, darat dan laut (Senin, 10/10) sebagai pembalasan dihancurkannya jembatan vital Kerch yang menghubungkan Krimea yang diokupasinya sejak 2014 dengan wilayah Ukraina selatan oleh pasukan Ukraina.

Berbagai upaya mediasi dilakukan untuk mendamaikan Rusia dan Ukraina a.l. oleh Turki, Uni Emirat Arab dan juga Presiden Jokowi yang langsung menemui Presiden Volodymyr Zelenski di Kyiv (29/6) dan Presiden Putin di Moskow (30/6).

Undangan untuk kehadiran Putin dalam KTT G20 di Bali yang disampaikan oleh Presiden Jokowi saat itu menuai pro-kontra di kalangan anggota G20 sendiri, namun RI tetap konsisten, karena menganggap Rusia adalah anggotanya sehingga wajib diundang

Jika Presiden Biden dan Presiden Putin jadi datang dan bertemu muka untuk membahas Perang Rusia dan Ukraina, tentu menjadi legacy bagi RI yang menjadi presidency G20 dan juga Jokowi yang akan lengser dari masa jabatan keduanya nanti. (AP/AFP/Reuters/ns)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement