JAKARTA – Pemerintah membagikan Set Top Box (STB) gratis untuk masyarakat miskin terkait program suntik mati TV analog (Analog Switch Off/ASO) pada Rabu (2/11) tengah malam.
Sesuai Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 2021, Kominfo dan stasiun televisi penyelenggara siaran digital (multipexing) sudah melakukan distribusi bantuan alat bantu siaran digital/STB kepada Rumah Tangga Miskin (RTM).
Masyarakat yang ingin mendapatkan STB gratis perlu memenuhi sejumlah syarat yang ditentukan Kominfo, yakni:
– Memiliki e-KTP
– Rumah tangga miskin namun memiliki televisi, serta terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
– Lokasi rumah berada di cakupan siaran televisi yang akan terdampak ASO
“Bagi RTM yang berhak menerima bantuan namun dikarenakan kendala di lapangan sehingga belum menerima STB sampai dengan 2 November 2022, maka RTM yang masih membutuhkan bantuan STB dapat mengajukan secara mandiri dengan menghubungi call center 159 atau ke nomor telepon Posko Respon Cepat Penanganan Bantuan STB terdekat.
– Buka situs https://cekbantuanstb.kominfo.go.id/.
– Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kode captcha pada kolom yang tersedia.
– Klik “Pencarian”.
– Jika terdaftar sebagai penerima bantuan, Anda dapat menghubungi Call Center 159 atau mendatangi lokasi Posko Respon Cepat Penanganan Bantuan STB dengan membawa KTP dan KK asli.
– Jika mengalami kendala dalam mengakses situs, masyarakat dapat menghubungi Call Center 159 atau nomor telepon posko.
Sementara itu, dalam situs resminya, Kominfo mengungkap Posko Respon Cepat Penanganan Bantuan STB di wilayah Jabodetabek mulai beroperasi sejak 2 hingga 4 November 2022, jam 08.00 – 19.00 WIB.
Posko berada di sejumlah wilayah yakni Akmani Hotel (Jakarta), Hotel Bumi Wiyata (Depok), Hotel Amarossa Grande (Kota/Kabupaten Bekasi), Hotel Novotel (Kota/Kabupaten Tangerang), Hotel Grand Zuri BSD City (Kota Tangerang Selatan), dan Hotel Salak The Heritage (Kota/Kabupaten Bogor).
Diberitakan sebelumnya, suntik mati TV analog alias Analog Switch Off (ASO) akan digelar di 222 kabupaten/kota, termasuk Jabodetabek, pada malam ini. Sebanyak 292 kabupaten/kota lainnya masih menjalani siaran secara bersamaan antara analog dan digital (simulcast).





