
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, meminta Polri menertibkan wisatawan yang muncul di beberapa lokasi terdampak gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.
Wisatawan ini, kata dia, harus ditertibkan karena tidak etis dan mengganggu proses evakuasi yang masih berjalan.
“Dari pihak Polri diminta untuk menertibkan pengunjung di tempat bencana yang tidak diperlukan, terutama mereka-mereka yang menjadikan bencana ini setengah wisata,” ujar Muhadjir.
Pernyataan Muhadjir disampaikan dalam konferensi pers usai rakor tingkat menteri tentang penanganan darurat dan pascabencana gempa Cianjur di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (1/12/2022). Rakor dihadiri sejumlah pejabat, termasuk unsur Polri.
”Jadi, para wisata bencana nanti akan ditertibkan oleh pihak Polri. Sehingga, tidak mengganggu upaya kita untuk melakukan penanganan, mobilisasi peralatan, mobilisasi bantuan suplai logistik dan seterusnya,” katanya dilansir dari Kumparan.
Muhadjir menuturkan, ketika dirinya mengunjungi para pengungsi di Cianjur, Rabu (30/11/2022), ia sudah meminta masyarakat untuk tidak menjadikan lokasi gempa di Cianjur sebagai tempat wisata.
Menurutnya, selain mengganggu mobilisasi bantuan atau tugas relawan di lapangan, hal itu juga berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
”Jadi, saya mohon kesadarannya pada warga yang berminat meninjau lokasi sudah kita hargai minatnya. Tapi sebaiknya untuk menahan diri, tidak ikut ramai-ramai datang ke lokasi karena akan mengganggu mobilisasi bantuan yang akan diberikan,” kata Muhadjir.




