Tenda Sakinah Dibangun di Pengungsian Gempa Cianjur, Khusus untuk Pengungsi Pasutri

tenda sakinah dibangun warga dan ustadz untuk penuhi kebutuhan biologis suami istri yang mengungsi akibat gempa di Cianjur/ foto: radarcianjur

CIANJUR – Sosok Ustadz Ferry (51) pemimpin Ponpes Assuyuthiyyah di Kampung Bayubud, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku menggagas berdirinya tenda sakinah din sekitar tenda pengungsi gempa.

Tenda sakinah ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan biologis para pengungsi yang sudah suami istri. Lipatan terpal biru yang membentuk segitiga trapesium mirip tenda anak pramuka tampak biasa-biasa saja.

Namun dibalik tenda tersebut, Ustadz Ferry mempersilahkan suami istri menggunakannya. Menurutnya, entah itu Tenda romantis, Tenda Biru, Tenda sakinah, Tenda mawadah dan lainnya asal dengan pemikiran yang positif.

Dilansir radarcianjurcom, tenda tersebut berdiri berawal dari obrolan bapak-bapak, mendengarkan curhatan seseorang yang telah lama merantau selama berbulan-bulan ketika mendapati rumahnya telah hancur dan tinggal di tenda pengungsian bersama sang istri.

Hingga akhirnya Ustadz Ferry dan warga lainnya membuat tenda sakinah, yang sebelumnya difungsikan sebagai tempat ibu menyusui.

Fasilitas Tenda Sakinah hanya seadanya, jauh dari kesan hotel bintang 1 sekalipun. Tak ada kasur dan ada bantal empuk menghiasi tempat itu.

“Ya, memang kasihan kami pun berembuk dan memakai tempat itu untuk pasangan suami istri,” kata Ustadz Ferry.

Ustadz Ferry dan masyarakat sekitar turut mengawasi keberadaan dan pemakaian tempat itu. Akan tetapi ketika ditanyakan berapa banyak Pasutri telah memakainya malah tersenyum dan tak bisa menyebutkan angka pasti.

Namun sayang, keberadaan Tenda Sakinah rupanya hanya berjalan tiga hari. Tepatnya Sabtu, (26/11) keberadaannya tersingkir oleh tenda lebih besar.

Dihilangkannya Tenda Sakinah bukan karena penolakan, tetapi keterbatasan lahan mengingat berdatangannya tenda- tenda yang lebih besar menghiasi.

Rencananya, Tenda Sakinah akan didirikan lagi. Mengenai lokasinya warga Kampung Bayubud akan kembali berembuk.

Bagi Ustadz Ferry kebutuhan biologis begitu penting disamping logistik. Bahkan ia pun ingin pemerintah memfasilitasi hal demikian untuk menghindari zinah dan perbuatan tercela.

“Harusnya pemerintah disetiap tenda diadakan karena sangat penting merupakan kebutuhan manusia,” imbau yang kerap di sapa Aa itu.

Advertisement